Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Anak Berolahraga Bersama Keluarga. (Source: Shutterstock)
Dream - Tidak hanya orang dewasa, olahraga dan aktivitas fisik yang cukup setiap hari menjadi hal yang sangat penting bagi anak. Bukan hanya untuk pertumbuhan fisik, tapi juga mental dan konsentrasinya.
Anak disarankan untuk melakukan olahraga intensitas sedang 60 menit per harinya. Terutama, jika aktivitas fisiknya sangat minim.
" Olahraga dengan intensitas sedang selama 60 menit sehari memiliki banyak sekali manfaat untuk anak," ujar dr. Leny Pintowari, Spesialis Kedokteran Olahraga dalam Peluncuran Kampanye Edukatif 3M ABC dari Kemendikbudristek dan Kalbe Consumer Health, Jumat 5 November 2021.
Berolahraga secara rutin dapat membuat anak lebih mudah menjalani proses belajar mengajar. Hal ini menjadi sangat penting ketika anak perlu konsentrasi lebih tinggi saat belajar di rumah.
" Olahraga bisa meningkatkan fungsi kognitif, sehingga bisa juga meningkatkan kemampuan belajar anak. Meningkatnya kemampuan kognitif juga ditunjang dengan kondisi mental yang tetap terjaga jika rutin berolahraga," ujar dr. Leny.
© Dream

Selain itu, tentunya, anak juga terhindar dari berbagai penyakit kronis, jantung dan fungsi pernapasannya lebih bugar, imunitas tubuh maupun berat badan terjaga, pertumbuhannya optimal, otot serta tulangnya pun lebih kuat.
" Minimal olahraga bisa dilakukan selama 12 menit yang terdiri dari pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Gerakan tersebut bisa diulang beberapa hari sekali atau di rumah," kata dr. Leny.
© Dream
Jenis gerakan yang dilakukan anak pun tidak harus rumit dan berat. Gerakan sesederhana menarik napas, bertepuk tangan, memberi salam, dan hormat pun bisa dilakukan berulang ketika pemanasan.
Anak pun bisa mencoba melakukan gerakan yang kerap dilakukan orang dewasa seperti side lunges dan jumping jacks ketika masuk ke sesi latihan inti.
Sedangkan saat pendinginan, anak hanya perlu melakukan static stretching dengan melakukan pose seperti side lunges sambil melatih napas sebelum mengakhiri kegiatan berolahraga.
Di samping berolahraga, anak pun harus mengonsumsi makanan bergizi untuk menunjang tubuh kembang serta mempermudah proses belajar di rumah maupun sekolah. (mut)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya