Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pengisian BBM. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemilik mobil acapkali mengabaikan jenis BBM yang ditetapkan untuk mesin kendaraan. Padahal, pabrikan sudah merancang setiap mesin mobil menggunakan jenis BBM tertentu.
Alhasil, muncul keluhan terkait performa mobil. Mulai dari mesin yang tidak bertenaga hingga rusak.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, menegaskan garansi tidak diberikan pada kasus kerusakan akibat penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi.
" Setahu kami aturannya memang seharusnya demikian. Ada kerusakan yang disebabkan penggunaan bahan bakar tidak sesuai standar, maka di luar garansi,” kata Yohannes, dikutip dari gaikindo.or.id, Jumat 30 November 2018.
Yohannes memberikan contoh mobil keluaran terbaru wajib menggunakan BBM berkualitas. Minimal bahan bakar yang digunakan adalah BBM dengan nilai oktan (Research Octane Number /RON) 92.
“ Kami mensyaratkan agar mobil memakai BBM berkualitas. Dan itu tertera pada buku manual ketika membeli mobil,” kata dia.
Yohannes mengatakan mesin mobil keluaran terbaru sudah dibuat untuk bahan bakar berstandar internasional. Desain mesin selalu mengacu pada peraturan pemerintah terkait standar emisi Euro-4.
Regulasi itu berlaku sejak Oktober 2018. Semua mobil yang diproduksi pabrik maupun dijual distributor anggota GAIKINDO sudah disesuaikan dengan aturan tersebut.
“ Apabila diisi dengan BBM sesuai standar Euro-4, emisi yang dibuang pun akan sesuai standar Euro-4,” kata dia.
Yohannes mengatakan kinerja mobil akan sangat baik jika menggunakan BBM berkualitas sesuai standar pabrik. Performa, akselerasi, kekuatan menanjak, dan keawetan mesin sangat bergantung pada jenis BBM yang digunakan.
Gas buangnya juga tak membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Sebab kadar polusinya berada di bawah ambang batas.
“ Tentu saja, BBM berkualitas berpengaruh positif pada mobil. Mesin juga lebih awet,” kata dia.
(Beq)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya