Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bayi Pakai Dot (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak yang tak merekomendasikan pemberian dot pada anak. Penggunaannya memang bisa menyebabkan masalah pertumbuhan gigi dan kolik atau masalah pencernaan. Tapi ternyata dot ini memiliki dampak positif bagi kesehatan fisiknya.
Rupanya menurut penelitian Henry Ford Health, bayi yang memakai dot memiliki risiko asma yang lebih kecil. Hal ini berkaitan dengan cara orangtua mereka membersihkannya.
Saat dot terjatuh, ada orangtua yang mengisap dulu dot si bayi, kemudian memberikannya. Mungkin terdengar menjijikan bagi sebagian orang. Menurut penelitian, bayi yang menggunakan dot dan sering dibersihkan dengan cara dihisap oleh orangtuanya, memiliki antibodi Immunoglobulin E (IgE) yang lebih sedikit.
Artinya, risiko mereka mengalami alergi seperti seperti asma juga rendah. Penelitian ini diikuti 128 ibu, cara membersihkan dot mereka terhadap anak-anaknya dianalisis. Ada yang dengan cara didihkan dengan air panas, mencuci dengan sabun, dan diisap.
Tingkat IgE kemudian diuji saat lahir, enam bulan, dan 18 bulan. “ Dari data kami menemukan bahwa anak-anak yang dotya dibersihkan oleh orangtua mereka dengan cara diisap memiliki tingkat IgE yang lebih rendah sekitar usia 10 bulan sampai usia 18 bulan,” kata Dr. Abou-Jaoude, salah satu peneliti.
Tingkat IgE yang lebih rendah berkorelasi dengan penurunan risiko asma dan alergi. Temuan ini menambah bukti yang berkembang bahwa beberapa tingkat paparan kuman pada usia dini justru menguntungkan anak-anak.
Sumber: Parents
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang