Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Tim Muara Bagdja
Dream - Empat perancang mode Ariy Arka, Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara dan Yula Fandy mempersembahkan karya penutup di panggung 'Fashion Rhapsody 2020: Harmoni Bumi'.
Fashion show dihelat di runway bertema Wysteria yang menceritakan tentang keadaan alam yang mulai bersemi kembali setelah manusia berhasil melewati masa kelam dan sulit.
Koleksi keempat founders ini tampil dalam gaya mix-don't-match yang mencampuradukkan karya mereka dalam satu tampilan.
Di babak penghujung ini, mereka ingin merepresentasikan kesatuan yang menjadi tema Fashion Rhapsody berikutnya, Bhinneka Raya.

Foto: Tim Muara Bagdja
Yulia Fandy membawa koleksi kolaborasi bersama UMKM Palembang yang merupakan pengrajin lokal. Mereka mengusung kain berkonsep sustainable yang ramah lingkungan..
" Kita bawa kain yang diolah dari pewarna alam, memakai buah-buahan atau daun yang jatuh di perkebunan karet. Tidak kita tebang, hanya diambil sampah organiknya dan dijadikan pewarna alam," tutur Yulia di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, pekan lalu.

Foto: Tim Muara Bagdja
Masih mengusung tema alam 'Harmoni Bumi', Ayu Dyah Andari membawa koleksi signature yang terinspirasi dari bunga mawar. Ayu menyusun sisa kain perca hingga menjadi gaun pengantin seharga ratusan juta.
" Inspirasi bunga mawar diwujudkan dalam bentuk lukisan, dibuat di atas tulle dan bordir dalam bentuk gaun dengan cutting Eropa klasik. Perca yang tersisa dibuat menjadi aplikasi bunga," kata Ayu.

Foto: Tim Muara Bagdja
Selaras dengan Ayu Dyah Andari, Chintami Atmanagara mengeluarkan koleksi bertema kupu-kupu. Kali ini ia mengusung kain Jawa Barat yang dibuat memakai pewarna alam. Keindahan kupu-kupu dituangkan dalam bentuk aksen bordir.
" Saya terenyuh melihat banyak kupu-kupu ditangkap untuk dijadikan hiasan air keras. Kupu-kupu ini layak kita jaga. Hidup mereka hanya 10-15 menit, tapi biarlah mereka mati sendiri, jangan dibunuh," ujar Chintami.

Foto: Tim Muara Bagdja
Tak hanya busana wanita, koleksi busana pria juga dibawa oleh Ariy Arka. Ia mempersembahkan koleksi 'Kemelut' sebagai wujud delapan tahun berkarya di industri mode.
" Saya banyak memakai sisa kain, benang dan limbah desain untuk koleksi ini. Terinspirasi dari berbagai kemelut yang terjadi di dunia, sepert kerusakan alam, banjir dan virus corona," jelas Ariy.

Foto: Tim Muara Bagdja
Dream - Bumi Pertiwi sedang menjerit. Ia semrawut. Hutannya dilahap si jago merah. Banjir menggenang di Ibu Kota. Virus Corona merajalela. Lepas tak terkendali, menggemparkan dunia.
Selang tiga bulan di 2020, alam semesta porak-poranda. Bencana di mana-mana. Manusia dengan segala ambisi dan hiruk-pikuknya terkadang membuat Bumi Pertiwi luka.
Seorang perancang busana ikut merasa resah. Ariy Arka, merantau jauh dari Medan prihatin dengan keadaan alam dan lingkungan Ibu Kota yang semakin morat-marit.
Dengan sentuhan kreatif, ia menumpahkan kegelisahan itu dalam karya mode bertajuk 'Kemelut' untuk label busana abee. Sebuah persembahan sewindu berkarya, di pagelaran busana tunggal yang mengisi panggung Fashion Rhapsody 2020.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Kritik sang desainer terhadap kondisi alam yang kacau balau tertuang di 48 set busana. Terdiri dari 36 setelan pria yang menjadi fokus utama koleksi, berdampingan dengan 12 busana wanita dalam satu payung bertema 'Harmoni Bumi'.
" Semua orang punya arah dan tujuan, dan untuk mencapai itu tidak mudah. Perjalanannya luar biasa. Ada suka duka. Semua dirangkum menjadi energi yang luar biasa yaitu 'Kemelut'. Berawal dari tidak adanya kepastian. Saya dulu tidak pernah bermimpi jadi desainer," tutur Ariy kepada Dream di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Ada pesan khusus yang ingin Ariy sampaikan. " Orang-orang terlalu sibuk di Ibu Kota, banyak yang tidak acuh. Bencana, virus, itu semua akibat dari ulah manusia. Banyak yang tidak peduli dengan sesama, apalagi dengan lingkungan. Kita ini human, ayo tingkatkan rasa humanity kita," ujarnya.
'Kemelut' dibuka dengan tragis. Teror sampah plastik melilit hewan-hewan tak berdosa. Mencekik mereka yang terjebak, lemas dan menangis tak berdaya. Di hadapan manusia yang masih bersikap arogan. Acuh tak acuh, menutup mata.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Latar teatrikal bertema Secret Forest menampar para penonton dengan gambaran bumi yang tengah mengalami kehancuran. Model berjalan dengan angkuh. Menendang, merusak dan mencabik tanaman hijau yang semula menghiasi runway.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Aplikasi bordir bermotif abstrak dan geometris terpampang di busana mereka. Dibubuhkan secara acak. Memenuhi bagian punggung, dada dan lengan busana.
Bentuknya bermacam-macam. Ayam jago, burung kakak tua, genangan banjir hingga virus corona. " Bordirnya terbuat dari kain perca sisa limbah fashion. Dalam satu baju bisa memakai lima teknik bordir sekaligus," jelas Ariy.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Galau dan semrawut, Ariy Arka memadukan berbagai jenis bahan dari tekstur dan ketebalan berbeda. Beludru, rajut, denim, twill, organdi dan tulle serentak dalam satu mahakarya.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Ariy menyuntikkan 'Kemelut' dengan gaya street style androgyn, ciri khas label abee. Siluet lurus dan serba longgar nan apik untuk kawula muda, cocok pula untuk mereka yang berhijab. Karyanya tampil dalam bentuk terusan, blouse, rok berkantung besar, celana komprang dan aneka jaket.

Foto: Deki Prayoga/Dream
Tangannya tak berhenti mengolah limbah. Sisa bahan terpal, karung plastik, twill dan denim disulap menjadi tas beraneka ukuran. " Semua elemen dari industri fashion harus kembali lagi ke alam. Banyak desainer memakai alam sebagai inspirasi mereka. Hasil limbah yang kita timbulkan ini bisa digunakan untuk koleksi baru," kata Ariy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya