Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Makanan Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menyiapkan menu untuk bayi di bawah satu tahun memang suka membuat para ibu 'galau'. Tentunya kita ingin menyediakan menu yang sehat dan kaya gizi, tapi karena tidak tahu justru menu yang dibuat malah tak memenuhi nutrisi optimal.
Banyak yang beranggapan kalau bayi sebaiknya diberikan banyak protein nabati seperti sayur dan buah agar di kemudian hari ia suka dengan makanan tersebut.
Sehingga yang diberikan kepada bayi di atas enam bulan tersebut hanya nasi, sayur, buah, dan protein nabati dalam bentuk bubur. Tepatkah seperti itu?
" Enggak, enggak boleh (seperti itu)," kata ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes di Jakarta beberapa waktu lalu.
Rita menjelaskan bahwa bayi sedang tumbuh dan berkembang dengan pesat membutuhkan protein hewani dan nabati. Saat tumbuh, itu berarti berbicara mengenai fisik yang dari ukurannya kecil menjadi besar.
" Untuk ukuran agar tumbuh besar ini memang butuh protein dan kalsium," kata Rita.
Menurut penelitian, jika hanya diberikan protein nabati saja penyerapan di tubuh anak cenderung tidak terlalu baik. Maka perlu diberikan juga protein hewani.
Hal terpenting adalah komposisi yang seimbang antara protein nabati dan hewani. Sehingga, anak terbiasa menerima makanan yang kaya serat seperti yang ada di tahu dan tempe dan tetap mendapat protein lemak tinggi dari ikan dan daging.
" Memang yang paling terbaik untuk anak itu diberikan dua-duanya (protein nabati dan hewani. Jika hanya diberikan jenis protein nabati saja, nanti anak bisa gagal tumbuh, berarti tinggi badannya tidak tercapai," kata Rita.
Sumber: Benekdita Desideria/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun