5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Menyusui, sampai saat ini masih dianggap sebagai tugas para ibu saja. Padahal untuk bisa menyusui dan memberi air susu ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan hingga 2 tahun, dibutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak. Baik dari keluarga, industri, perusahaan, dan pemerintah.
World Breastfeeding Week (WBW) atau Pekan ASI Sedunia setiap tahunnya digelar mulai 1 Agustus hingga 7 Agustus mendatang, untuk mengingatkan berbagai pihak akan dukungan tersebut. Salah satu yang gencar melakukan kampanye pemberian dan dukungan untuk pemberian ASI adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
AIMI pada Pekan ASI Sedunia 2017 kali ini kembali mengangkat tema “ Sustaining Breastfeeding Together”. Yaitu menekankan dukungan berbagai pihak untuk mencapai kesuksesan menyusui.
" Selama sepuluh tahun mendukung, mempromosikan dan melindungi kegiatan menyusui, AIMI selalu menjangkau berbagai kalangan demi peningkatan angka ibu menyusui di Indonesia. Kegiatan audiensi dengan pemangku kebijakan dan mengawal peraturan pemerintah konsisten dilakukan sejak awal AIMI berdiri," ujar ujar Mia Sutanto, Ketua Umum AIMI, seperti dikutip dari Aimi-asi.org
Candra Wijaya, Anggota Presidium Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), memaparkan betapa regulasi dan sanksi dari pemerintah terhadap dunia usaha berperan besar dalam meredam konflik kepentingan seputar menyusui. “ Usaha-usaha marketing formula maupun makanan pengganti ASI yang tidak mengikuti peraturan harus ditindak tegas karena korbannya adalah kesehatan bayi dan anak-anak Indonesia, sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap Candra.
Pekan ASI Sedunia (WBW) sendiri lahir dari inisiatif World Alliace for Breastfeeding Action (WABA) di kantor Unicef, New York pada 1991. Dokter Anwar Fazal, berkebangsaan Malaysia, adalah orang yang berperan besar terhadap kampanye WBW.
Pekan ASI Sedunia pun dipilih di minggu pertama Agustus dan dikampanyekan pertama kali pada Agustus 1992. WBW ini digelar di seluruh dunia, termasuk Indonesia untuk mendukung pemberian ASI pada bayi hingga berusia 24 bulan atau lebih.
Sumber: AIMI/ ID Ayah ASI
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?