Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Pendidikan Agama Anak Bukan di Tangan Guru Mengajinya, Tapi...

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 19 Agustus 2018 10:31
Pendidikan Agama Anak Bukan di Tangan Guru Mengajinya, Tapi...
Salah satu yang paling mendasar dan sangat penting adalah memberikan pendidikan agama yang mumpuni bagi buah hati.

Dream - Saat anak lahir ke dunia, orangtua harus menyiapkan diri sebaik mungkin. Bukan hanya untuk mengurus dan menjamin kehidupannya di dunia tapi juga di kelak nanti di akhirat.

Salah satu yang paling mendasar dan sangat penting adalah memberikan pendidikan agama yang mumpuni bagi buah hati. Lalu siapa yang paling berkewajiban memberi pendidikan agama pada anak-anak?

Bukan guru agamanya di sekolah atau guru mengajinya di tempat mengaji, tapi orangtua. Allah SWT langsung memberi tanggung jawab pendidikan anak kepada kedua orangtua, seperti tertulis dalam surah At Tahrim ayat 6.

At Tahrim

Artinya:“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" .

Seorang tabi’in, Qatadah, ketika menafsirkan ayat ini mengatakan,

Tafsir At Tahrim

Artinya: “ Yakni, hendaklah engkau memerintahkan mereka untuk berbuat taat kepada Allah dan melarang mereka dari berbuat durhaka kepada-Nya. Dan hendaklah engkau menerapkan perintah Allah kepada mereka dan perintahkan dan bantulah mereka untuk menjalankannya. Apabila engkau melihat mereka berbuat maksiat kepada Allah, maka peringatkan dan cegahlah mereka” (Tafsir al-Quran al-’Azhim 4/502).

Demikian pula, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memikulkan tanggung jawab pendidikan anak ini secara utuh kepada kedua orangtua. Dari Ibnu radhiallahu ‘anhu, bahwa dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

HR Bukhari

Artinya: “ Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya” (HR. Bukhari: 2278).

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Sumber: Muslim.or.id

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More