Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Cynthia Lamusu Dan Anak Kembarnya (Foto: Instagram Cynthia Lamusu)
Dream - Menanti selama 8 tahun untuk mendapatkan anak, tentunya bukan hal mudah. Cynthia Lamusu dan sang suami, Surya Saputra, menjalani program bayi tabung untuk bisa mendapatkan buah hati.
Allah SWT baru memberi kepercayaan pada pasangan ini untuk diberi momongan saat Cynthia sudah berusia 36 tahun. Tak hanya hanya satu, tapi ada dua anak dengan dua jenis kelamin di rahimnya. Menjalani kehamilan anak kembar di usia tersebut, Cynthia bercerita kalau harus mendapat perawatan intensif.
" Penantian buah hati kami 8 tahun, baru akhirnya bisa hamil. Hamil di usia lewat ABG, 36 mau 37 tahun," ujarnya saat ditemui di kawasan, Jakarta Pusat, Kamis 14 November 2019.
Dua anaknya, Tatjana dan Bima, lahir dengan pada 20 November 2016 lalu. Sejak diketahui hamil, Cynthia harus menjalani banyak sekali pemeriksaan.
" Dari awal dokter saya sudah berikan informasi banyak sekali. Pas dikasih tahu dapat rezeki kembar, 'Cyn, happy ya, langsung dapat bonus 2 setelah nunggu lama, tapi risikonya juga lebih besar'. Bayi kembar itu kemungkinan besar lahir prematur," jelas pelantun 'Kesayangan' ini.
© Dream
Masalah juga sempat muncul saat kehamilan. Pertumbuhan salah satu bayi kembarnya sempat terhambat padahal ia sangat disiplin menjaga kesehatan janinnya.
" Masuk trimester 3, pertumbuhan janin yang laki-laki mulai stuck berat badannya, nggak berkembang. Padahal awal-awal, bayi laki-laki yang justru berat badannya tumbuh cepat. Ternyata saat diobservasi, Bima nggak tumbuh karena plasentanya bermasalah. Jadi, asupan makanannya nggak masuk," ungkapnya.
Cynthia melahirkan 2 minggu sebelum tanggal yang diperkirakan . Hal ini lantaran tekanan darahnya cukup tinggi. Saat itu ia panik karena merasa belum siap.
" Pada 19 November, saya periksa denyut jantung bayi dan saya. Tim medis bilang kalau kondisinya mengkhawatirkan sekali, ditensi sudah 170. Jadi, malam itu juga langsung diopname dan dibawa ke rumah sakit," katanya.
Terlepas dari semua rintangan yang dilewatinya dalam mengurus anak kembar, ia tetap menikmati perannya sebagai seorang ibu. " Alhamdulillah operasinya lancar. Itulah nikmatnya jadi seorang ibu. Hidupnya buat anaknya aja," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun