Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream- Masalah bau mulut sangat umum terjadi, dari orang dewasa hingga anak-anak sekalipun. Masalah ini tentu sangat menganggu, bukan hanya mengganggu diri sendiri, tapi juga mengganggu orang di sekeliling.
Belum lagi kalau anak sedang berbisik atau ngobrol dalam jarak dekat. Duh, sudah pasti mengganggu. Bagi orang dewasa, mungkin bisa diatasi dengan menjaga jarak atau mengantisipasinya dengan menutup mulut saat berbicara.
Berbeda dengan anak-anak, yang umumnya lebih suka melontarkannya langsung, bahkan bisa berujung ke olok-olokan. Masalah bau mulut bisa jadi serius bagi anak-anak.
Tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan mulut saja, tap merembet ke arah sosial dan psikisnya. Sebagai orangtua, sudah jadi tanggung jawab dan peran kita untuk menjaga dan mengajarkan pada anak tentang kesehatan mulut dan gigi.
Lalu apa penyebab bau mulut pada anak, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan singkat di bawah ini.
© Sumber: Shutterstock
Dalam istilah medis, bau mulut disebut sebagai halitosis. Penyebabnya ada beragam, mulai dari masalah kesehatan hingga faktor eksternal tubuh. Masalah bau mulut biasanya tidak bisa langsung disadari oleh penderitanya, terlebih anak-anak.

Bau mulut pada anak bisa diketahui dengan mendekatkan hidung ke mulut anak saat ia bicara atau membuka mulut. Jangan katakan langsung di depan anak kalau ia memiliki bau mulut, dan biarkan ia mengetahuinya sendiri dengan membiarkan ia mengecek.
Masalah bau mulut pada anak lebih sering terjadi karena kesehatan mulut dan gigi anak masih rentan, terlebih dengan jenis makanan baru yang belum pernah ia konsumsi sebelumnya.
© Sumber: Shutterstock
Ada tiga penyebab utama bau mulut, di antaranya makanan dan minuman yang dikonsumsi anak, serta kebersihan atau kesehatan gigi dan mulut yang kurang terjaga.
Makanan dan minuman yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada bau mulut, tidak hanya pada anak-anak saja. Bawang, keju, jus jeruk dan soda, hanyalah beberapa dari banyaknya jenis makanan beraroma kuat yang dapat memicu bau mulut.

Kesehatan dan kebersihan mulut, menjadi penyebab bau mulut yang tak kalah berpengaruh dari makanan. Jika menggosok gigi tidak bersih, akan ada partikel yang tertinggal di mulut. Partikel tersebut dapat membusuk dan berbau, mengumpulkan bakteri yang menyebabkan masalah mulut lain seperti gigi berlubang dan plak gigi.
© Sumber: Shutterstock
Apabila napas anak mulai tercium tidak sedap, segera beri anak makanan yang dapat meredakan dan mengatasi bau mulut. Misalnya makanan seperti:
- Air putih
- Permen karet mint yang bebas gula

- Buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk dan tomat
- Buah apel
- Teh hijau atau matcha
Walau tidak sepenuhnya bisa menghilangkan bau mulut pada anak, makanan tersebut dapat mengatasi bau mulut. Makanan tersebut dapat memberi aroma baru yang lebih sedap dan tidak mengganggu penciuman orang lain.
© Sumber: Pixabay
Cara mengatasi bau mulut di atas bisa dilakukan bila bau mulut sudah menyerang anak. Tapi, bagaimanapun juga mencegah lebih daripada mengobati. Begitu pula dengan masalah bau mulut, lebih baik mencegahnya sebelum terjadi dan menjadi lebih parah.

Mencegah bau mulut pada anak bisa dilakukan dengan beberapa hal berikut ini:
- Menjaga kesehatan mulut anak, dan melakukan perawatan mulut gigi secara rutin.
- Konsumsi makanan sehat, seperti perbanyak sayur dan buah-buahan. Kandungan alami dalam buah dan sayur dipercaya mampu membasmi bakteri di mulut dan berfungsi sebagai pencuci mulut.
- Memperbanyak konsumsi air putih.
- Menjauhkan anak dari asap rokok.
- Mengingatkan anak untuk selalu menggosok gigi sebelum tidur.
Pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan keterlibatan orang tua. Tanpa peran orang tua, anak akan abai dan tidak memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi.
© Sumber: Pixabay
Kunci utama cara mengatasi bau mulut ialah menjaga dan merawat kesehatan mulut. Entah itu pada orang dewasa atau anak-anak. Ada beberapa cara merawat kesehatan mulut pada anak secara alami dan mudah untuk dilakukan, seperti:

- Rajin menggosok gigi minimal 2 kali sehari, dan membersihkannya minimal sekali sehari.
- Memakai sikat lidah anak untuk mencegah bakteri tumbuh dan berkembang.
- Mengajarkan anak untuk flossing, setidaknya sekali dalam sehari.
- Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi.
Cara mencegah tersebut sangat disarankan untuk dilakukan secara berkala dan rutin. Bukan hanya untuk mengatasi bau mulut, tapi juga sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan mulut yang lebih serius.
Dalam kasus yang lebih serius, bau mulut bisa menjadi pertanda penyakit berbahaya. Misalnya saja, masalah bau mulut pada penderita diabetes, baunya seperti aseton, dan tanda penyakit lainnya. Jadi, jangan sepelekan masalah bau mulut pada anak ya, Sahabat Dream. (mut)
Sumber: Kid’s Health
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya