Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Banyak yang beranggapan masalah atau gangguan mental hanya bisa dialami orang dewasa. Sebenarnya anak-anak juga bisa mengalaminya. Ada yang memang berupa gangguan bawaan atau karena trauman mendalam. Seperti kekerasan rumah tangga, pelecehan, atau stres berat.
Gangguan tersebut bisa mengubah cara seseorang dalam menangani stres, hubungannya dengan orang lain, serta saat pilihan. Dalam beberapa kasus kondisi tersebut dapat memicu keinginan menyakiti diri sendiri.
Dikutip dari Parents ada beberapa perilaku anak yang harus diwaspadai orangtua. Perilaku ini merupakan gejala awal masalah mental dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter.
Sangat sulit tidur
Setelah fase bayi, seorang anak memiliki jam tidur sepuluh jam setiap harinya. Anak yang mengalami depresi, terkadang sering mengantuk dan mudah tertidur di siang hari. Seseorang yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity (ADHD) atau Disruptive Mood Dysregulation Disorder (DMDD) kerap mudah tidur dan bangun tiap malam.
Sakit perut
Keluhan yang sering dikeluhkan anak ialah sakit perut. Tapi, sakit perut ini berbeda, karena tidak disebabkan oleh sembelit atau gangguan makanan. Suatu penelitian mengungkapkan bahwa adanya hubungan GI (Gastroenteritis), suatu infeksi pada usus atau perut yang disebabkan oleh beberapa jenis virus dan bakteri terhadap kecemasan dan depresi seseorang.
Obsesif
Obsesif atau Obsessive Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan yang ditandai dengan pikiran negatif, membuat penderita merasa gelisah, takut, dan khawatir. Umumnya, anak-anak yang menderita OCD takut akan kuman dan selalu merasa tidak aman. Mereka akan mencuci tangan berkali-kali dan merasa tidak nyaman. Hal ini dapat menganggu aktivitasnya.
Tidak mudah senang
Anak-anak normal cenderung sangat mudah girang, berbeda lagi dengan anak yang depresi. Mereka tidak mudah untuk tertarik pada sesuatu, termasuk hal yang sebelumnya membuat mereka senang. .
Menyakiti diri sendiri
Anak yang depresi juga cenderung menyakiti diri sendiri. Bisa juga mengatakan hal buruk pada dirinya seperti idiot dan bodoh. Saat merasa tak puas, bersalah atau gagal, mereka bisa saja membenturkan kepala atau hal lain yang bisa melukai dirinya.
Laporan Dina Nazhifah
Sumber: Parents
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun