Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kontrasepsi IUD (Foto: Shutterstock)
Dream - Demi membangun keluarga yang berkualitas, baik dari aspek kesehatan, mental dan finansial, perencanaan sebaiknya dilakukan secara matang. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kontrasepsi demi mengatur jarak kehamilan.
Penggunaan kontrasepsi merupakan solusi efektif bagi pasangan suami istri yang ingin menunda kehamilan. Terutama jika anak masih berusia di bawah 2 tahun dan masih butuh perhatian dari orangtua.
" Tujuan memakai alat kontrasepsi itu untuk mencegah, menjarangkan atau menghentikan. Mungkin kalau masih muda, ingin mencegah. Tapi kalau hamil pertama di usia 35, lebih baik dimaksimalkan di usia itu lalu dihentikan," tutur dr. Dian Derdameisya, spesialis kandungan, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.
Jika ingin menggunakan alat kontrasepsi, hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih jenis kontrasepsi yang paling pas untuk tubuh. Alat kontrasepsi cukup beragam dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Ada yang berupa kondom, pil, IUD, patch dan suntikan. Dalam memilih jenis kontrasepsi jangan ragu untuk berkonsultasi baik dengan dokter maupun bidan, untuk mengetahui jenis, keunggulan dan mendapatkan jenis kontrasepsi yang paling pas.
" Kalau sudah memiliki satu anak, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi di dalam rahim untuk pencegahan jangka panjang. Sedangkan yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal lebih dari 5 tahun, disarankan beralih ke alat non-hormonal," ujar Widwiono, Direktur Bina Kesehatan Keluarga Berencana (KB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Memilih alat kontrasepsi yang tepat tidak hanya bisa mengatur masa kehamilan. Tapi juga meningkatkan kesempatan untuk memenuhi target-target keluarga yang ingin dicapai.
" Menurut penelitian, kemampuan memilih alat kontrasepsi pada akhirnya bisa mempengaruhi pendapatan dan kesehatan mental karena memiliki anak di saat yang lebih matang dan siap," tutup Febria Indra Hastati, Psikolog Brawijaya Clinic.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya