5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Anak Sariawan/ Foto: Shutterstock
Dream - Sariawan bisa dialami siapa pun, bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Biasanya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu. Pada orang dewasa, mungkin bisa menoleransi rasa nyeri yang muncul karena sariawan.
Sementara anak-anak cenderung sulit untuk menoleransi. Efeknya adalah mereka jadi rewel, kehilangan nafsu makan, malas minum, bahkan jika sangat parah bisa mengalami dehidrasi.
" Bagian dalam bibir, lidah, gusi dan dasar rongga mulut, semua area dalam mulut bisa terkena sariawan. Masalah sariawan berdampak besar pada seorang anak jika tak segera diatasi," kata dr. Herwanto, seorang spesialis anak dalam webinar yang digelar Kalbe dan RS Mitra Keluarga pada 15 Oktober 2020.
Anak yang biasanya lincah dan aktif bisa saja menjadi malas bergerak dan lebih memilih duduk diam saat sariawan. Mengapa? Kondisi sariawan membuatnya malas makan dan hal itu membuat sumber energinya berkurang.
" Perhatikan kondisi sariawan pada anak. Jika ukurannya kecil, kurang dari 1 cm, termasuk sariawan minor. Biasanya sariawan ini akan sembuh dengan sendirinya, tapi perhatikan juga jika sariawannya cukup besar. Bisa jadi sariawan mayor, ukurannya lebih besar dan lebih dalam, cenderung lebih sakit," kata dr. Herwanto.
© Dream
Bila anak mengalami sariawan apa yang penting dilakukan pertama kali? Menurut dr. Herwanto, berikan banyak cairan pada anak.
" Atasi dengan beri minum yang banyak. Jika nyeri atau anak terus mengeluh kesakitan bisa berikan parasetamol. Berikan juga makanan yang lunak, karena anak tetap harus makan tapi seringkali merasa malas karena sakit," ungkapnya.
Perhatikan juga kebersihan mulut anak. Minta anak berkumur, dengan obat kumur. Bila sariawan tak kunjung mereda, semakin lebar atau banyak dan disertai demam, segera konsultasi dengan dokter.
Bisa juga mengoleskan obat sariawan yang aman untuknya, seperti Aloclair dari Kalbe. Merupakan obat sariawan yang aman untuk anak, tersedia berupa bentuk gel, obat semprot dan obat kumur.
© Dream
Dream - Kebersihan mulut bayi seringkali luput dari perhatian. Hal ini lantara bayi belum memiliki gigi dan hanya meminum ASI atau susu formula. Sebenarnya, kita juga harus rutin membersihkan mulut dan gusi bayi.
Mulut bayi yang tak dibersihkan bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, efeknya bisa memicu gangguan mulut. Seperti sariawan, bau tak sedap atau masalah oral yang bisa menghambat pertumbuhan giginya.
Bagaimana cara membersihkan mulut bayi? Sangat mudah, bisa menggunakan kassa steril yang dililitkan di kelingking ibu. Bersihkan seluruh gusi, termasuk langit-langit mulut dan lidah.
© Dream
Jangan lupa bersihkan lidah. Sebelum membersihkan pastikan tangan dalam keadaan bersih. Tuang kassa steril dalam air hangat-hangat kuku, baru lilit pada jari. Selain itu bisa juga menggunakan sikat khusus untuk membersihkan mulut bayi yang dijual di pasaran.
Bersihkan dulu sikat dan cuci serta sterilisasi. Baru setelah itu gunakan untuk membersihkan mulut bayi. Menyikat gusi lebih awal tak hanya membantu melindungi gigi yang baru tumbuh, tetapi juga membantu bayi merasa nyaman saat menyikat gigi.
Dengan melakukan rutinitas ini, anak cenderung tak sulit saat dibiasakan menyikat gigi. Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?