Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
ASI Perah ( Foto: North West University)
Dream - Salah satu hal yang membuat para ibu menyusui menjadi stres adalah produksi ASI menurun. Apalagi jika anak masih masih dalam proses pemberian ASI eksklusif.
Ketakutan akan produksi ASI menurun biasanya terjadi saat jumlah ASI yang dihasilkan tidak sebanyak biasanya ketika dipompa.
Para ibu seringkali lupa. Produksi ASI sebetulnya mengikuti konsep "supply and demand". Artinya, produksi ASI menuruti kebutuhan bayi.
Jadi tidak perlu terlalu panik dan langsung memberikan susu formula. Jika berat badan bayi tetap naik, berarti stok ASI Anda cukup. Tapi ada kalanya produksi ASI dipengaruhi faktor lain sehingga produksinya menurun.
Biasanya hal tersebut hanya berlangsung beberapa hari dan akan normal kembali. Berikut beberapa faktor yang bisa berdampak pada berkurangnya produksi ASI.
1. Haid
Perubahan hormon yang terjadi saat haid akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Apalagi jika disertai sakit kepala dan nyeri. Biasanya sebelum haid datang, produksi ASI akan menurun cukup drastis. Namun biasanya setelah haid produksi ASI akan kembali normal.
2 . Pengontrol kehamilan
Pengontrol kehamilan yang cara kerjanya mengendalikan hormon seperti pil, patch, dan suntik akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Untuk itu sebelum memilih pengontrol kehamilan, konsultasikan dulu dengan dokter atau bidan. Katakan kalau Anda masih menyusui. Biasanya para ibu menyusui disarankan menggunakan IUD, karena tidak memengaruhi produksi ASI.
3. Obat-obatan
Beberapa obat-obatan ringan yang banyak dijual bebas memiliki kandungan zat yang bisa menghambat produksi ASI. Salah satunya adalah pseudoephedrine, banyak terdapat pada obat flu. Untuk itu sebelum mengonsumsi obat, konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker.
(Sah/Sumber: Aeroflowinc)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan