Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream – Situasi saat ini memang masih pandemi, kasus Covid-19 pun masih terus ada tapi jumlahnya tidak separah dua tahun lalu. Aktivitas sehari-hari pun kembali normal.
Hal tersebut bagi anak-anak tentunya harus kembali melakukan penyesuaian dan adaptasi. Bagi orangtua, penting untuk menyiapkan buah hari menghadapi kondisi transisi ini.
Apa saja yang harus dilakukan orangtua menyiapkan mental buah hati? Danone Indonesia menggelar webinar Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi, yang membahas hal tersebut. Menurut dr. Irma Ardiana, MAPS, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), penting bagi orangtua dan pengasuh, tanggap terhadap kondisi anak di masa transisi.
" Ketanggapan dari orangtua dan wali terhadap kebutuhan anak, jadi perlu sekali masa-masa transisi, jalur komunikasi dibangun antara anak dan orangtua serta pengasuh. Karena kita perlu menyesuaikan diri kita sebagai orangtua, bagaimana sih situasi dan budaya yang mempengaruhi anak-anak kita," ujar dr. Irma dalam webinar yang digelar beberapa hari lalu.
© Dream
Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, dalam kesempatan yang sama meminta para orangtua untuk memberikan contoh dalam hal mengajarkan aspek sosial emosional. Selama 2 tahun pandemi, anak-anak memang minim kontak dengan banyak orang karena harus menjalani social distancing
" Orangtua adalah contoh terdekat pertama yang akan anak pelajari. Ikut sertakan mereka kegiatan atau keputusan dalam keluarga, memberikan contoh untuk empati. Juga mendorong mereka melakukan sesuatu yang baik, bagaimana perasaan mereka, sedih atau marah jadi kita ajak bicara," kata dr. Bernie.
Dengan mengetahui kondisi anak secara emosi dalam menghadapi situasi transisi, orangtua akan tahu apa yang harus dilakukan. Juga menentukan stimulasi yang tepat untuknya.

Banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang sosial emosional anak. Bukan hanya pola asuh dan lingkungan, tapi juga genetik dan asupan gizi dan aktvitasnya setiap hari.
" Momen transisi menjadi kesempatan baik untuk mengasah dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, utamanya dalam perkembangan sosial emosionalnya. Anak usia dini pada dasarnya rentan karena mereka bergantung pada orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan paling dasarnya," ujar Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?