6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Keberhasilan program kehamilan ditentukan bukan hanya kesehatan fisik calon ayah dan ibu, tapi juga aspek psikologisnya. Tak heran kalau banyak pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, disaranan dokter untuk berlibur dan mencari ketenangan.
Pasalnya, kondisi piskologis seperti stres bisa berdampak buruk pada kesuburan. Pada perempuan, saat sedang stres level hormon kortisol akan sangat tinggi. Hal ini bisa menghambat proses ovulasi atau pematangan sel telur.
Tak ada sel telur yang matang atau terlambat akan mengurangi kemungkinan hamil. Saat stres, area hipotalamus pada otak akan sangat terkena efeknya. Membuat siklus haid menjadi sangat berantakan.
" Banyak perempuan yang tidak haid secara teratur karena mengalami stres, kurang tidur dan banyak melakukan traveling," ungkap dr. Lisa C. Grossman Becht, seorang pakar kesuburan dari Columbia University Fertility Center, seperti dikutip dari PopSugar.
Stres juga dapat berdampak pada kondisi rahim yaitu menghambat implantasi embrio. Sementara bagi pria, stres bisa membuat gairah seksual menurun dan kualitas sel sperma.
Mengurangi stres adalah aspek penting untuk meningkatkan kesuburan. Jadi apa yang bisa dilakukan?
" Mengidentifikasi pemicu stres adalah langkah pertama. Setelah itu cari solusi segera untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi efeknya pada kondisi psikologis. Lebih berpikir positif, berusaha santai dan menikmati apa yang ada," ujar Becht.
Level stres yang berkurang akan meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi. Tentunya hal ini sangat baik untuk sehingga meningkatkan kesuburan. Mulai sekarang kendalikan juga fokus pikiran agar tak 'dijajah' oleh stres.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
