Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Penyakit stroke ternyata tidak hanya menyerang para orangtua. Untuk itu perlu rasanya menjaga kesehatan agar penyakit ini tidak menyerang di usia muda. Studi di American Academy of Neurology yang diterbitkan dalam jurnal Neurology mengatakan satu dari lima korban stroke berusia lebih muda dari 45 tahun dan risiko itu terus meningkat.
Peneliti dari beberapa universitas melihat sekitar 60 studi sebelumnya yang mengatakan dengan kemajuan medis menggunakan MRI dapat mendeteksi gumpalan atau penyumbatan di otak yang menyebabkan stroke.
" Selain penyumbatan, faktor risiko MD seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes kebanyakan diderita orang usia muda yang rentan terhadap stroke," ujar Penulis Studi dan Neurologist Aneesh B. Singhal, M.D dikutip Womenshealthmag, Senin 26 Januari 2015.
Bagian yang paling menakutkan menurut Singhal yaitu orang di usia 20 tahun kerap didiagnosis berisiko stroke.
" Kebanyakan mengira penyakit ini dialami orang tua namun kini anak muda rentan terkena stroke," jelasnya.
Gejala stroke pada orang usia muda menurut Singhal diantaranya migren, kejang, multiple sclerosis, dan kecemasan. Selain itu diikuti kesulitan bicara, kelemahan tangan atau kaki, serta kehilangan sensorik.
Tidak hanya itu gejalanya juga dapat dilihat dari kebingungan, delirium, kejang, rasa mengantuk yang berlebihan, atau tiba-tiba mual dan muntah.
" Faktor penyebab pada umumnya karena adanya gumpalan baik di jantung ataupun otak, pembekuan darah akibat konsumsi obat-obatan melebihi dosis dan gaya hidup," kata Singhal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya