Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Brand And Market Institute (BMI) Research Head, Yoanita Shinta Devi (Miya/Dream.co.id)
Dream - Bila dahulu kegiatan ini diidentikan hanya dengan wanita, kini sepertinya ada perubahan. Kegiatan belanja sepertinya sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban. Dan tak cuma dilakukan wanita.
Menurut Brand and Market Institute (BMI) Research Head, Yoanita Shinta Devi, mengatakan perbandingan antara lelaki dan wanita yang 'doyan' belanja tidaklah jauh berbeda.
Hal ini diketahui dari research yang dilakukan BMI di akhir tahun 2014, dengan melibatkan sekitar 1.213 responden pengguna internet aktif.
" Tahun lalu perbedaannya hanya sedikit. Untuk pria 47 persen dan wanita 53 persen yang suka belanja online. Dan diperkirakan angka ini bisa meningkat," kata Yoanita Shinta Devi saat ditemui Dream.co.id di kawasan Blok M, Jakarta, Jumat 23 Januari 2015.
Melihat hal ini Yoanita mengatakan, tren belanja online di 2015 akan mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.
" Tren belanja online akan naik dua kali lipatnya. Melihat fenomena kegiatan belanja online yang semakin menjadi bagian gaya hidup," kata wanita yang akrab disapa Devi ini.
Devi juga memaparkan salah satu alasan yang mendasar meningkatnya tren belanja online yakni bertambahnya pengguna internet aktif. Pertambahan ini tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi di kota kecil pengguna internetnya juga akan meningkat.
" Berdasarkan Kementerian Komunikasi pengguna internet aktif di 2015 targetnya sampai 150 juta jiwa dari 255 juta jiwa yang ada. Ini alasan tren belanja online akan naik," paparnya.
Devi menambahkan peningkatan ini bisa dijadikan kesempatan emas untuk masyarakat memulai usaha bisnis online. " Karena target pasarnya bisa dibilang tinggi, untuk yang ingin berbisnis bisa dicoba merambah bisnis online," tutur Devi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya