Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Perlu Joget Di TikTok, Gadis Berhijab Ini Viral Dan Sukses Dengan Video Tarian Jarinya. (Foto: Video TikTok @albay.php)
Dream - Aksi gadis cantik berhijab melakukan tarian jari membuat dia mampu memiliki lebih dari 277 ribu follower di TikTok. Aksi gadis ini membuktikan bahwa konten video joget di aplikasi tersebut tak harus selalu berbau sensual.
Gadis Malaysia bernama Wan Aishatun Wazifa Wan Ismail awalnya hanya meniru gerakan kreator TikTok asing bernama Cindy.
Tidak disangka, aksinya melakukan tarian jari atau tenar dengan sebutan finger dance itu melambungkan namanya hingga jadi perbincangan netizen seluruh dunia.
Selain mendapatkan follower di Malaysia, video finger dance gadis yang akrab disapa Zie ini juga terkenal di Turki hingga Indonesia.
Pemilik akun @albay.ph ini mengungkapkan sebenarnya tidak mudah untuk melakukan tarian jari tersebut.
" Awalnya melihat kreator TikTok membuat tarian jari, dan aku mencoba mengikuti. Aku memulainya pada awal 2019. Sejauh ini aku telah menghasilkan dua koreografi sendiri.
" Selebihnya aku meniru koreografi orang lain. Pada awalnya juga sulit karena jari tidak terbiasa. Dulu jari-jari sakit semua," kata gadis berusia 28 tahun ini.
Tapi Zie mengaku sekarang jari-jari sudah sedikit fleksibel. Di video gerakan jari-jarinya terlihat bagus, tapi di balik itu semua butuh perjuangan keras.

" Untuk menghafal koreografinya, tergantung langkahnya juga. Jika ada tahapan yang sulit diikuti, aku ubah mengikuti kreativitas sendiri," katanya.
Selain jari, kaki juga juga sama lelahnya. Karena dia harus merekam berkali-kali agar terlihat rapi. Semua itu susah dan lambat.
Namun kerja keras Zie tidak sia-sia. Dia mengaku senang sering menerima komentar positif terkait video finger dance miliknya.

" Alhamdulillah selama ini banyak positifnya. Ada yang bilang, bagus memainkan ini tapi tetap menutupi aurat.
" Kurang lebih semua komentar begitu. Tapi ada juga yang negatif, meski sedikit. Kalau 1.000 komentar positif, dua negatif," kata gadis yang saat ini menetap di Terengganu ini.
Sering membuat video tarian jari sambil memakai masker, Zie mengaku video TikTok ini secara tidak langsung telah membukakan pintu rezekinya.
Menurut Zie, TikTok mampu mendatangkan keuntungan ketika bisnis sebelumnya terpengaruh akibat diberlakukannya pembatasan sosial yang disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP).

" Sekarang aku melakukan ulasan berbayar di TikTok saja. Saat PKP, bisnis tidak berjalan, dengan hujan lagi ... jadi (bisnis) terpengaruh.
" Awalnya aku main TikTok hanya untuk iseng saja, lalu aku bercanda kalau aku juga menerima ulasan berbayar.
" Ternyata ada yang benar-benar kirim pesan minta detailnya. Dari situ aku mulai menerima ulasan berbayar dengan tarian jari," pungkas Zie.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya