5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Taman Bacaan Pelangi Di SD Wae Bangka.
Dream - Anak-anak di Manggarai Barat, Flores kini memiliki akses buku bacaan yang berkualitas dengan hadirnya 12 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi. Perpustakaan ini memiliki 13.560 buku cerita anak yang bisa mereka baca.
Perpustakaan berkonsep taman bacaan ramah anak ini diresmikan pada 20 Februari hingga 28 Februari 2017. Lokasinya sendiri berada di 12 sekolah terpilih yang tersebar di Manggarai Barat, Flores.
Pembangunan 12 perpustakaan anak merupakan hasil kerjasama dengan organisasi internasional Room to Read. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Flores.
Rencananya, program kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun dan total jumlah perpustakaan baru yang akan didirikan adalah 48 perpustakaan di Flores. Dengan konsep perpustakaan ramah anak, baik dari gedung, interior dan furnitur, penataan, jenis buku, sistem penjenjangan buku yang berdasar pada kemampuan membaca anak, hingga sistem manajemen perpustakaan, semuanya dirancang khusus agar dapat untuk menstimulasi minat baca anak-anak.
Menurut data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2015, dari 170.647 sekolah dasar di Indonesia, hanya 45,9 persen yang memiliki perpustakaan. Artinya, masih terdapat 92.215 sekolah dasar tanpa perpustakaan – mayoritas di antaranya berlokasi di Indonesia Timur, seperti NTT, NTB, Sulawesi, Maluku, Ambon, dan Papua.
" Taman Bacaan Pelangi terus berkomitmen untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Indonesia Timur melalui pendirian perpustakaan ramah anak untuk anak-anak yang tinggal di daerah-daerah pelosok di Indonesia Timur. Kami percaya, anak-anak yang suka membaca, mereka akan lebih berprestasi di sekolah,” kata Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi.
Nila yang merupakan penerima penghargaan Wanita Merdeka dari Merdeka.com, sejak 2009 terus membangun taman bacaan dan perpustakaan untuk anak-anak di kawasan Indonesia Timur.
Hingga Maret 2017, Taman Bacaan Pelangi yang dikelola Nila dan tim Taman Bacaan Pelangi telah mendirikan 55 perpustakaan anak-anak yang tersebar di 15 pulau di Indonesia Timur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?