Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mahasiswa Whitecliffe College Of Arts And Design Datang Ke Indonesia, Foto : Istimewa
Dream - Indonesia terus bertekad menjadi kiblat ekonomi syariah terbesar di dunia. Selain di industri keuangan, beragam program juga dirancang untuk memajukan industri fashion, kreatif, dan kuliner halal di Tanah Air.
Upaya itu setidaknya mulai terlihat dari bermunculan brand-brand muslim dan model busana muslim oleh para desainer Indonesia. Bahkan nama Indonesia sebagai pasar sekaligus produsen ekonomi syariah dunia mulai perlahan berkibar.
Hal itu terbukti dari kunjungan sejumlah mahasiswa Whitecliffe College of Arts and Design, New Zealand dari beragam program studi yang melakukan kunjungan industri dalam rangka pertukaran mahasiswa dengan IFI (Islamic Fashion Institute) di NBRS Corp.
Sebanyak 12 mahasiswa dari program studi Bachelor of Sustainable Fashion Design Auckland, Diploma Auckland, dan Diploma Wellington diajak berkeliling kantor pusat untuk mengenal berbagai jenis bahan, palette warna, hingga melihat secara langsung gudang NBRS Corp.

" Untuk datang ke sini, ini memberikan semacam wawasan tentang pakaian seperti apa yang harus kita desain karena mode Anda sangat berbeda," kata Elle salah satu mahasiswi yang ikut acara ini dari keterangan tertulis yang diterima Dream.
Elle yang mengaku hidup di lingkungan dengan mayoritas penduduk muslim dan beragam budaya mengaku mendapat wawasan baru terkait busana karena mode fashion yang berbeda.
Sementara Henry, mengaku memperoleh banyak informasi menarik seputar lingkungan multikultural yang kelak akan dibawa ke negaranya setelah mengikut program ini.
" Saya pikir itu sangat berkelas, belum pernah ada, saya merasa mendapatkan privilege untuk dapat datang dan melihat sisi lain yang belum saya ketahui," ujar Henry.
Kunjungan ini juga menjadi kontribusi NBRS Corp dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Ikhsan Sya’ban Direktur Marketing menyebut bahwa program studi banding ini merupakan bentuk kerjasama antara NBRS Corp dan IFI sebagai upaya mendukung penuh Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia.
" Dunia internasional harus diperkenalkan dengan perkembangan muslim fesyen di Indonesia yang sangat cepat dan konsumen yang sangat beragam serta ide ide kreatif para designer tanah air yg luar biasa," ujar Ichsan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya