Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Anak-anak di bawah lima tahun (balita) merupakan pendengar yang buruk. Anda mungkin meneriaki, memarahi atau memberi tahu berkali-kali, tapi mereka tak bisa mengerti begitu saja.
Dibutuhkan repetisi, kebiasaan yang terus-menerus untuk bisa didengarkan anak. Gaya bicara orangtua pada anak balita akan sangat mempengaruhi pemebentukan mental anak. Termasuk
membuat mereka jadi pendengar yang baik.
Jika selama ini Anda cenderung sering berbicara dengan emosi dan bernada tinggi saat berhadapan dengan balita, coba ubah gaya bicara. Ranita Jones, seorang psikolog anak, mengungkap trik jitu agar si balita bisa mengikuti instruksi dan mengerti apa yang dibicarakan orangtua.
" Selalu sejajarkan mata dengan anak saat berbicara dengannya. Anda bisa menundukkan tubuh atau menggendongnya agar level mata sejajar. Cara ini membuat anak mengerti kalau dirinya
dianggap penting. Mereka pun jadi lebih mendengarkan secara intensif dibanding mendengar teriakan," ujar Jones, seperti dikutip dari Life as Mama.
Dengan mata yang sejajar, bicaralah dengan lembut tapi penuh dengan tekanan dan wibawa. Suara ini akan membuat anak mngerti kalau orangtuanya sedang berbicara dengan sungguh-
sungguh padanya. Bicaralah dengan fokus dengan tidak melakukan aktivitas lain.
" Bahasa tubuh sangat diperhatikan dan dirasakan balita, jadi saat berbicara dengannya sambil melakukan sesuatu maka jangan heran mereka juga tak akan mendengarkannya. Tatap mata dan fokus, anak pasti akan mendengar dengan seksama," ujar Jones.
Sebagai solusi, Jones juga menyarankan untuk menawarkan pilihan pada anak. Misalnya jika ia tidak mau makan sayur, pilihannya adalah makan buah atau tidak ada lagi cemilan manis. Dengan begitu anak juga diajarkan untuk berpikir dan membuat keputusan. Mereka pun akan mulai belajar bernegosiasi sehingga membuat komunikasi jadi lebih lancar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang