Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vardag Fjallraven
Dream - Label backpack asal Swedia, Fjallraven memperkenalkan koleksi terbarunya untuk musim gugur dan musim dingin 2019.
Koleksi ini kental dengan gaya klasik, dimana Fjallraven kembali menggunakan logo yang sangat ikonik dari tahun 70an.

Adalah Vardag, ransel serbaguna yang cocok digunakan untuk berbagai musim.
Dengan desain yang simple, Vardag ideal untuk digunakan sehari-hari ataupun perjalanan singkat ke alam bebas.

Vardag terbuat dari bahan G-1000 HeavyDuty Eco S untuk melindungi barang yang ada di dalamnya dan juga memiliki tampilan khas dari Fjallraven saat pertama kali keluar di pasaran.

Nah, buat kamu sedang bingung nyari tas simple, muat banyak, dan tentu saja nyaman, Vardag bisa nih kamu jadikan rujukan.
Vardag bisa kamu dapat mulai September 2019 di Authorized Retailer Fjallraven di sini.
Di Indonesia, FJÄLLRÄVEN (Fjallraven) boleh jadi bukanlah merek outdoor skala global yang setenar Northface dan Timbaland.
Namun merek perlengkapan outdoor ini perlahan tapi pasti mendapat momentum di saat, Kånken, salah satu varian klasiknya memincut hati para kaum urban di Indonesia.

Dibalik semua kehebohan tersebut, mari kita kenali merek asal Swedia ini.
Åke Nordin, anak pramuka sekaligus pecinta alam di tahun 1950-an tidak puas dengan desain tas-tas outdoor yang beredar di pasaran saat itu.
Karena selain bentuknya yang jauh dari kata menarik, penggunanya harus membungkuk saat membopong barang bawaan yang berat, sehingga membuat punggu nyeri.
Tidak menemukan solusi atas masalahnya sendiri, Åke yang saat itu masih 14 tahun mulai membuat frame kayu yang diikatkan pada material yang pakem, menggunakan semacam ban kulit.
Alhasil upayanya menghasilkan sebuah tas outdoor yang memberikan ventilasi antara pundak dan tas, sekaligus mampu mendistribusikan berat barang bawaan secara proporsional.
10 tahun kemudian Fjallraven lahir di sebuah ruang rumah milik orang tua Åke Nordin di Örnsköldsvik dengan ruang atap sebagai area produksi dan riset.

Dari awal yang sederhana inilah lahir produk-produk inovatif seperti frame aluminium, tenda ringan, dan pakaian outdoor yang sampai saat ini digemari para pecinta alam dari berbagai penjuru dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya