Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Flat Foot/ Foto: Shutterstock
Dream - Ibu selalu punya perasaan yang kuat pada kondisi anak-anaknya. Saat muncul kecurigaan pada kesehatan anak, jangan ragu untuk memeriksakan ke dokter sesegera mungkin.
Pengalaman Wiwit Fitriyana yang dibagikan di akun Instagramnya @wiwit.fitriyana, mungkin bisa menambah pengetahuan para ayah bunda. Putranya yang masih balita mengalami flat foot dan membutuhkan terapi khusus. Kecurigaan bermula ketika melihat cara jalan putranya yang tak biasa.
" Berawal dari keresahan bapak ibuknya Byan yang ngerasa jalannya Byan agak aneh, akhirnya memutuskan untuk cek ke RS Orthopedi. Dan benar saja, hasil rontgennya menunjukkan ada kemiringan di tulang lutut bagian dalamnya," tulis Wiwit di akun Instagramnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, kembali dilakukan pemeriksaan lanjutan di klinik tumbuh kembang anak. Dokter menganalisis dari telapak kaki sampai panggul.
" Telapak kakinya dibilang telapak kaki bayi, karena masih mulus, tidak ada guratan, dan flat (datar), normalnya ada cekungannya di sisi dalam. Dan struktur kaki ini tidak kusadari. Yaa dikira mah kalo udah bisa merangkak dan berjalan tepat waktu ya sudah gitu," ungkap Wiwit.
Dibutuhkan terapi khusus untuk putranya tersebut. Salah satunya adalah dengan stimulasi penguatan otot. Caranya dengan membiarkan sang anak untuk sering-sering bertelanjang kaki.

" Harusnya anak seusia Byan banyak melakukan aktivitas outdoor, lebih baik tanpa alas kaki. Biarkan kakinya mengenal banyak tekstur. Salahnya, dulu aku terlalu protektif, ke mana-mana harus pakai sandal. Byan jatuh, responsnya panik. Ditambah dulu sering duduk posisi W," ungkap sang ibu.
Terapi masih terus dilakukan. Salah satu gejala flat foot pada anak yang harus diwaspadai adalah anak seringkali jatuh saat lari, kerap kehilangan keseimbangan, mudah lelah saat berjalan.

Unggahan Wiwit ini viral di Instagram. Banyak para ibu yang baru tahu kondisi kaki anak flat foot dan juga berbagi pengalaman.
" Semangatt Bun Krn anakku juga disuruh lepas sendal atau berjalan dibatu batu Krn kakinya flat," tulis salah satu akun.
" Dulu anak ku suka di kucilin Krn gak suka pake sendal kalo lg main, sampe kang bakso aja Negor wkwk tp trnyta ada guna nya ya nyeker gitu..," komentar lainnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya