1 WNI Positif Terjangkit Virus Corona di Singapura

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 8 Maret 2020 11:39
1 WNI Positif Terjangkit Virus Corona di Singapura
Pasien diduga tertular virus saat mengikuti acara ini.

Dream - Satu Warga Negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif terjangkit virus corona di Singapura. Korban berusia 62 tahun ini dinyatakan sebagai kasus positif virus Covid-19 ke-133 di Singapura.

Dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri, Minggu 8 Maret 2020, pasien berjenis kelamin perempuan ini mengunjungi Singapura dengan social visit pass.

WNI yang bersangkutan tidak memiliki riwayat mengunjungi daerah atau negara yang terjangkit virus corona. Kini, dia dirawat di National University Hospital (NUH).

WNI tersebut melaporkan gejala virus corona pada 29 Februari 2020, lalu memeriksakan diri ke klinik dokter umum pada 1 Maret 2020 di Pioneer Polyclinic. Pada 6 Maret, dia dirujuk ke NUH dan dinyatakan positif corona.

Sebelum dirujuk ke rumah sakit, WNI menghabiskan waktu di rumahnya di Jurong West Street 61.

Usut punya usut, ternyata korban pernah mengikuti acara makan malam di SAFRA Jurong, Singapura, pada 15 Februari 2020. Saat ini, sudah ada 21 kasus positif corona yang dikonfirmasi terhubung dengan cluster SAFRA Jurong.

KBRI Singapura terus memantau perkembangan WNI yang terjangkit corona dan berkoordinasi dengan pihak terkait. WNI yang berada di Singapura juga diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang. Plus, menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi, menghindari keramaian publik, serta pergi ke dokter jika mengalami gejala virus corona.

1 dari 5 halaman

Cinta Sejati di Balik Wabah Corona, Nenek Setia Temani Kakek dari Balik Jendela

Dream - Wabah virus corona membuat penderitaan bagi masyarakat. Kecemasan dan proses karantina membuat seseorang merasa terancam.

Tetapi, bagai Gene Campbell, 89 tahun, terperangkap di dalam Life Care Center di Kirkland, Washington DC, Amerika Serikat, bukan membuatnya cemas. Sebab, setiap saat, sang istri, Dorothy, 88 tahun, terus menghiburnya dari jarak dekat.

Pasangan lansia ini berkomunikasi melalui jendela kaca.

Dilaporkan Metro.co.uk, kisah cinta yang membuat terenyuh itu, berawal dari usaha seorang kerabat yang mencari tahu lokasi kamar karantina Gene.

 

 © Dream

 

Dorothy, seperti kerabat dan keluarga lain, dilarang mengunjungi, jadi dia pergi ke jendela tempat mereka saling memandang.

Wanita lansia itu pergi ke pusat observasi ditemani putranya, Charlie, yang terdaftar sebagai perawat di Silver City, New Meksiko.

Gene tampak menatap murung sang kekasih hidupnya. Sementara itu, Chalie memegangi gagang telepon agar ibu dan ayahnya dapat berbincang.

Saat ini, virus corona telah menewaskan 14 orang. Infeksi virus juga telah mencapai ratusan kasus yang tersebar di 18 negara bagian.

2 dari 5 halaman

Pasien Positif Corona di Indonesia, Bertambah 2 Orang

Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menyebut ada dua orang warga Indonesia yang positif corona. Dengan kasus baru ini, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona menjadi empat orang.

" Kita dapatkan dua orang positif corona yang kita sebut kasus 3 dan kasus 4," kata Achmad, Jumat, 6 Maret 2020.

Achmad menyebut, dua orang positif corona ini menlakukan kontak langsung dengan pasien positif corona sebelumnya.

Achmad mengatakan, dua orang positif corona ini didapat setelah tim kesehatan memeriksa seluruh peserta dansa. " Kita lakukan pemeriksaan, tujuh orang ini tidak masuk pada hari bersamaan," ucap dia.

Achmad mengatakan, saat ini dua pasien positif corona mengalami batuk dan pilek. Tetapi, dua pasien kasus 3 dan kasus 4 ini tidak mengeluh sesak napas.

" Kondisi sekarang suhu 37,6 derajat, 37,7 derajat. Kemudian masih ada keluhan batuk pilek, tapi tidak ada keluhan sesak napas, sehingga kita berharap kondisi membaik," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Nila Chrisna Yulika

3 dari 5 halaman

Ini Penanganan Pasien Dalam Pengawasan Corona di RS Persahabatan

Dream - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) mengonfirmasi merawat 10 pasien rujukan sejak 3 Maret 2020. Kesepuluhan pasien itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Dokter paru-paru RSUPP, Prasenohadi mengatakan tidak ada pemberian obat apapun terhadap PDP. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus corona.

" Tidak ada (pemberian obat) kecuali ada kelainan. Enggak ada. Jadi obatnya disuruh makan, istirahat. Makanya kenapa dipantaunya dua minggu, karena memang masa inkubasinya dua minggu," ucap Praseno, Rabu, 4 Maret 2020.

Prasenohadi mengatakan, selama proses pengawasan pasien negatif corona, rumah sakit akan memindahkan ruangan pasien dari ruang isolasi ke ruang rawat inap.

Tetapi, jika keadaan memburuk, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut sumber utama yang menyebabkan kondisi pasien menurun.

" Kalau dia ada gejala demam, (demamnya) harus diobati," kata dia.

4 dari 5 halaman

Sudah Tangani 119

Prasenohadi mengatakan, demam, batuk, dan pilek menjadi gejala umum terhadap adanya paparan virus ataupun bakteri yang menyerang pernapasan. Sehingga, imbuh Praseno, wajar adanya jika saat ini seluruh fasilitas umum terdapat alat mengukur suhu.

" Karena umumnya datang dengan batuk, pilek. Karena gejalanya umum," ucap dia.

RSUPP menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah menangani penyebaran virus Corona, Covid-19. Tercatat, sebanyak 119 orang sehat memeriksakan diri ke RSUPP.

" Kami sudah tangani 119 orang yang datang untuk check-up sejak 3 sampai 4 Maret," kata Rita.

Meski tidak melarang, Rita mengingatkan fenomena virus corona tidak baik jika ditanggapi secara berlebihan. Seperti memeriksa kesehatan untuk memastikan ada tidaknya virus Corona dalam tubuh.

Menurut Rita, tanpa ada gejala umum seperti demam berhari-hari, batuk, atau pilek, sebaiknya masyarakat tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Terpenting adalah menjaga pola hidup sehat dan higienis.

Sumber: Merdeka.com/Yunita Amalia

5 dari 5 halaman

Kenapa Jokowi yang Umumkan Pasien Corona? Ini Kata Dirut RSPI

Dream - Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof Dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril angkat bicara terkait pengakuan pasien 01 dan 02 yang positif terinfeksi virus corona, Covid-19. Dia mengatakan, ada aturan tersendiri dalam penyampaiannya.

" Jadi betul. Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali," kata Syahril, Rabu, 4 Maret 2020.

Syahril mengatakan, posisinya selaku Direktur Utama RSPI Sulianti Saroro tak punya kapasitas untuk menyampaikan wabah ini.

Sehingga, pihak rumah sakit tak serta merta mengumumkan langsung pada dua pasien soal positif virus corona.

" Saya pun sebagai Dirut tidak boleh bicara. Itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin Presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada UU nya. Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum presiden mengumumkan," ucap dia

Untuk diketahui, beredar pengakuan di media sosial dari pasien kasus 1 dan 2 positif Covid-19. Keduanya mengaku baru mengetahui positif terinfeksi virus corona melalui pemberitaan. Tidak diinfokan langsung oleh pihak rumah sakit.

Sumber: 

Beri Komentar