Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

18 Lansia Meninggal Akibat COVID-19 Usai Sinterklas Hibur Penghuni Panti Jompo

Reporter : Reni Novita Sari
Selasa, 29 Desember 2020 15:01
18 Lansia Meninggal Akibat COVID-19 Usai Sinterklas Hibur Penghuni Panti Jompo
Akibat dari kunjungan itu sebanyak 121 orang dan 36 staf yang tinggal di panti jompo ikut terinfeksi virus corona covid-19

Dream- Sebanyak 18 penghuni panti jompo Hemelrijck di Mol, Belgia meninggal dunia karena terinfeksi virus Covid-19. Yang mengejutkan  virus corona tersebut diduga datang setelah mereka menerima kunjungan seorang sinterklas.

Foto-foto yang beredar di media menunjukkan sinterklas, yang tidak menyadari terinfeksi virus, berpose dengan warga lanjut usia di rumah jompo itu saat berkunjung pada awal Desember 2020 lalu.

Dilansir dari laman Mirror, akibat dari kunjungan itu sebanyak 121 oraang dan 36 staf yang tinggal di panti jompo ikut terinfeksi virus corona covid-19. Korban tewas bahkan dilaporkan terus bertambah.

Sebanyak lansia penghuni panti jompo itu meninggal dunia pada malam Natal dan hari Natal. Total ada 18 lansia meninggal karena terpapar covid-19 sepanjang Desember setelah kunjungan tersebut.

1 dari 3 halaman

Kunjungan Santaklaus di Panti Jompo

Ilustrasi

Laboratorium masih mencari tahu dari mana mereka bisa terjangkit. Namun, diduga berkaitan dengan kunjungan dari Santa Klaus. Pria yang berkostum sinterklas bersama asistennya sempat mengunjungi dengan penghuni panti jompo. Mereka mengaku telah mematuhi protokol kesehatan dan mengenakan masker.

Staf panti jompo menyebut bahwa sinterklas tersebut datang dalam keadaan sehat. Manajemen panti jompo pun mengatakan Sinterklas dan asistennya adalah terapis yang juga memiliki akses ke penghuni di waktu yang berbeda.

" Ini adalah tekanan mental yang sangat besar yang harus ditanggung oleh pria yang memerankan St Nicholas, serta untuk penyelenggara dan staf," jelas Walikota Wim Caeyers.

2 dari 3 halaman

Tak Mematuhi Protokol Kesehatan

Ilustrasi

Wali kota menjelaskan awalnya dia mengira Santa Klaus yang tak disebutkan identitasnya itu sudah menaati aturan pembatasan sosial. Namun, setelah foto-foto beredar di media sosial, Ia baru mengetahui fakta yang berbeda. Foto yang menunjukkan sinterklas, yang tidak menyadari terinfeksi virus, berpose dengan warga lanjut usia di rumah jompo itu.

 " Awalnya mereka mengaku sudah menerapkan protokol. Namun Anda mulai mendapat foto dari keluarga penghuni dan mendapati faktanya berbeda," kata dia.

3 dari 3 halaman

Ventilasi yang Tidak Memadai

Tetapi, ahli virus Belgia Marc Van Ranst, dari Universitas KU Leuven mengatakan dia meragukan Santa bisa menyebabkan begitu banyak infeksi. Ventilasi yang sangat kurang di tempat itu diyakini jadi salah satu faktor banyaknya kasus. Meski dia menyebut kunjungan tersebut " sangatlah bodoh" .

“ Bahkan untuk penyebar super, ini terlalu banyak infeksi sekaligus,” katanya.

Saat ini, Belgia tengah dihantam gelombang kedua virus corona pada Oktober, dan menyebabkan sistem kesehatan di sana kewalahan. Pemerintah pun bergerak cepat dengan menetapkan lockdown parsial, berisi perintah agar bar, restoran, dan bisnis non esensial lainnya ditutup. Sejauh ini, negara yang dikenal karena coklat itu sudah mencatatkan 638.000 kasus dengan korban meninggal mencapai 19.158 orang.

(Sumber : Mirror)

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar