Jemaah Umroh Masa Pandemik Sudah Kembali, 13 Orang Masih Dikarantina di Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 12 November 2020 18:20
Jemaah Umroh Masa Pandemik Sudah Kembali, 13 Orang Masih Dikarantina di Saudi
Otoritas Saudi menjalankan swab test ulang sebelum jemaah Indonesia kembali ke Tanah Air.

Dream - Jemaah umroh perdana Indonesia yang masuk dalam kloter pertama dan kedua pasca-pembukaan 1 November 2020 telah pulang ke Tanah Air. Tetapi, tidak semua jemaah bisa pulang ke Tanah Air karena terdapat 13 jemaah yang harus menjalani karantina di Arab Saudi.

Ke-13 jemaah itu sebelumnya diketahui dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 setelah dijalani pemeriksaan ulang oleh otoritas terkait Saudi.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta, Agus Haryadi, melaporkan 256 jemaah umroh masa pandemik itu sudah tiba di Indonesia pada Kamis, 12 November 2020. Para jemaah pulang menggunakan pesawat Saudia Airlines kode penerbangan SV 816.

" Ini merupakan kepulangan jemaah umroh kloter pertama yang berangkat pada tanggal 1 dan 3 November lalu. Bahkan ini merupakan jemaah perdana sejak Covid-19," ujar Agus.

Agus mengatakan 13 jemaah yang harus tinggal saat ini dalam perawatan oleh tim kesehatan Saudi. Para jemaah ini sebelumya menjalani swab test PCR dan hasilnya dinyatakan positif.

" Alhamdulillah tadi saya sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan rombongan. Mereka menceritakan di sana diberlakukan protokol kesehatan sangat ketat sehingga kemudian berdampak beberapa hal yang tidak digeneralisir, akhirnya diberlakukan kepada semua," kata Agus.

1 dari 4 halaman

Jemaah Wajib Patuh Aturan Kesehatan Saudi

Selanjutnya, Agus mengingatkan jemaah umroh yang akan berangkat untuk lebih disiplin dalam memerapkan protokol kesehatan. Juga patuh pada ketentuan kesehatan yang diberlakukan di Saudi.

" Jadi ini ada tingkat kedisiplinan yang harus diperbaiki, karena ada sejumlah jemaah yang keluar (jalan-jalan). Akhirnya otoritas kesehatan di sana mengambil tindakan untuk melakukan swab ulang," ucap dia.

Untuk jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air, Agus mengatakan mereka tidak lagi menjalani isolasi. Sebab mereka sudah sudah menjalani swab ulang di Saudi dan dinyatakan clean and clear atau negatif Covid-19.

" Sesuai dengan protokol yang berlaku di Indonesia, bagi siapapun yang sudah masuk ke Indonesia dan membawa hasil PCR negatif mereka tidak perlu dilakukan isolasi di Wisma Pademangan," kata Agus.

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Kemenag Ingatkan Saudi Buka Umroh Saat Pandemi Untuk Uji Coba

Dream - Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim, terus mengingatkan agar para jemaah umroh selalu mematuhi protokol kesehatan yang dibuat pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi. Imbauan itu disampaikan karena musim umroh kali ini berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

" Ada beberapa persyaratan, ketentuan, khusunya prokes atau protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan umroh ini," ujar Arfi dalam dialog Umroh Aman Saat Pandemi, disiarkan channel YouTube BNPB.

Protokol tersebut harus diterapkan mulai dari Tanah Air, selama perjalanan, saat berada di Saudi. Juga ketika melaksanakan ibadah umroh sampai kembali ke Tanah Air.

Dia melanjutkan pembukaan umroh oleh Arab Saudi pada 1 November 2020 dilakukan dalam kerangka uji coba. Hasilnya digunakan untuk evaluasi pelaksanaan umroh dalam skala yang lebih besar.

" Bahwa kemudian di lapangan ada dinamika perubahan kebijakan Pemerintah Saudi yang telah disampaikan sebelum tanggal 1, tentu kita harus memahami dan menghormati itu dalam konteks ini untuk pencegahan dan perlindungan," kata Arfi.

3 dari 4 halaman

13 Jemaah Umroh Indonesia Positif Covid-19

Arfi mengatakan berdasarkan data yang dia terima terdapat jemaah Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19. Jemaah tersebut saat ini menjalani karantina di Saudi.

" Secara keseluruhan ada 13 orang jemaah kita yang terkonfirmasi positif," kata Arfi.

Umroh Pandemik© (Foto: Fabeook Haramain/wmn.gov.sa)

Ke-13 jemaah tersebut berangkat secara terpisah. Sebanyak 8 orang jemaah tergabung dalam kloter pertama yang berangkat 1 November dan sisanya tergabung dalam kloter kedua berangkat pada 3 November.

" Penanganannya ini jadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi. Mereka sudah dilakukan proses isolasi dan sambil menunggu waktu akan dilakukan swab test ulang dan mudah-mudahan hasilnya negatif," kata Arfi.

4 dari 4 halaman

Jadi Bahan Evaluasi

Jemaah umroh Indonesia yang saat ini menjalankan umroh terbagi dalam tiga kloter. Masing-masing kloter terdiri dari 224 jemaah, 89 jemaah da 46 jemaah.

Kloter ketiga sendiri berangkat ke Tanah Suci pada 8 November 2020. Arfi pun memastikan akan ada evaluasi pemberangkatan menyusul adanya 13 kasus Covid-19 di Saudi dari jemaah umroh asal Indonesia.

Arfi juga menyatakan para jemaah telah dikarantina sebelum berangkat. Juga telah menjalani swab test dan hasilnya negatif.

" Jadi pertanyaan kemudian kenapa saat di Arab Saudi terkonfirmasi positif. Ada beberapa kemungkinan, tentu akan kami kaji untuk bahan evaluasi dalam konteks untuk pencegahan dan pengendalian pelaksanaan ibadah umroh," kata Arfi.

Beri Komentar