Abaikan Tekanan China, Malaysia Bebaskan 11 Muslim Uighur

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 16 Oktober 2018 07:02
Abaikan Tekanan China, Malaysia Bebaskan 11 Muslim Uighur
PM Mahathir Mohamad menyatakan 11 Muslim Uighur yang ada di Malaysia tidak melakukan pelanggaran hukum.

Dream - Pemerintah Malaysia membebaskan 11 orang warga Muslim Uighur yang melarikan diri dari penjara di Thailand. Mereka lalu menyeberang ke Negeri Jiran itu.

Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyatakan pembebasan diberlakukan lantaran 11 Muslim Uighur tersebut tidak melanggar hukum Malaysia.

Pernyataan ini secara tegas disampaikan Mahathir sebagai penolakan atas desakan China agar mengekstradisi warga Uighur tersebut.

" Mereka tidak melakukan kesalahan di negeri ini, jadi mereka dibebaskan," ujar Mahathir, dikutip dari Channel News Asia.

Langkah ini menambah catatan kasus yang membuat hubungan Malaysia dengan China menghangat.

Sejak menjabat sebagai PM, Mahathir mengevaluasi sejumlah proyek yang terjalin dengan perusahaan-perusahaan China senilai US$20 miliar, setara Rp304 triliun.

 

1 dari 3 halaman

Dikirim ke Turki

China telah meminta Malaysia agar mengekstradisi 11 orang tersebut. Tetapi, Malaysia menolak dan memutuskan untuk membebaskan dan mengirim mereka ke Turki.

11 orang Uighur ini sebelumnya ditahan di penjara Thailand pada November dengan tuduhan yang tidak jelas. Mereka kabur dengan cara menjebol dinding dan menjadikan selimut sebagai tangga.

Di Malaysia sendiri, mereka sempat dianggap masuk secara ilegal. 11 orang ini juga sempat mendekam di penjara Malaysia karena tuduhan tersebut.

Pada Februari, Malaysia mendapat tekanan dari China agar mengirim orang-orang tersebut kembali ke negaranya. Sejumlah negara berusaha membujuk Malaysia agar tidak mengekstradisi para Muslim Uighur karena diduga bakal dianiaya di China.

Beijing menuduh etnis Uighur telah menjalankan aksi teror terhadap mayoritas Han di Xinjiang. Berdasar tuduhan tersebut, Pemerintah pusat China menerapkan kontrol ketat terhadap pada Muslim, termasuk pembatasan ibadah.

2 dari 3 halaman

PM Mahathir Mohamad Mau Jual Tanah untuk Bayar Utang Malaysia

Dream – Utang Malaysia yang menumpuk hingga mencapai 1 triliun ringgit, setara Rp3.659,63 triliun, memaksa Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk memutar otak.

Perdana menteri tertua di dunia itu berencana menjual sejumlah aset negara sebagai salah satu cara agar tumpukan utang itu bisa dilunasi.

“ Aset tanah salah satunya. Kami bisa menjual beberapa aset yang berharga demi menggalang dana untuk bayar utang,” kata Mahathir, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis 10 Oktober 2018.

Tetapi, Mahathir belum memberikan penjelasan secara rinci aset mana saja yang akan dilepas. 

Selain jual aset, langkah lain yang bakal ditempuh adalah menerapkan pajak baru. Menurut Mahathir, pajak baru diperlukan setelah dihapusnya jenis pajak untuk barang tidak populer. 

“ Kami harus membuat pajak baru untuk mendapatkan uang demi bisa bayar utang,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Salahkan Najib Razak

Terkait beban utang ini, Mahathir terpaksa menyalahkan rezim pemerintahan Najib Razak. Sebab, Najiblah yang membuat catatan utang Malaysia menggunung.

Parahnya, pembiayaan pemerintah yang ditampung lewat 1Malaysia Development Berhad (1MBD) menjadi ladang korupsi dan sarana tempat pencucian uang.

Dilansir dari ABC News, Mahathir mengatakan masalah utang ini mengubah Malaysia dari “ macan” menjadi “ anak kucing kecil”.

“ Ini akan menjadi sulit bagi pemerintah karena mewarisi negara yang benar-benar kehilangan arah,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar