Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bintik Hitam Matahari (Mirror)
Dream - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan “ retakan” berukuran raksasa pada permukaan matahari. Rekatan tersebut diyakini bisa semakin besar dengan bentangan jutaan mil.
Dikutip Dream dari laman Mirror, Senin, 18 Juli 2016, lubang tersebut merupakan gap dari medan magnet, yang membuat panas di permukaan Matahari dengan suhu sekitar 5.500 derajat Celcius, terlontar ke luar angkasa.
Area gelap ini terpantau oleh Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA yang memonitor Matahari sejak 2010. Satelit itu menangkap “ retakan” yang terus membesar di wilayah utara Matahari.
Fenomena ini biasa dikenal dengan nama lubang korona atau bintik hitam matahari. Tapi kali ini ukurannya jauh lebih besar dari biasanya dan bisa semakin membesar hingga seperempat permukaan Matahari.
Bintik hitam tersebut terlihat lebih gelap, sebab wilayah itu memiliki suhu yang lebih rendah dari daerah lain di permukaan Matahari. Bintik hitam itu juga memiliki gas dan energi yang lebih rendah.
© Dream
Tapi tenang saja. Meski kelihatan mengerikan, bintik hitam ini merupakan fenomena lumrah. Tak perlu terlalu dikhawatirkan.
Meski demikian, kemunculan bintik hitam Matahari ini bisa mengganggu satelit dan radio komunikasi di Bumi karena lontaran Coronal Mass Ejection (CME).
“ Bintik hitam Matahari merupakan sumber angin berkecepatan tinggi yang bermuatan partikel Matahari yang mengalir di sekitar Matahari dengan kecepatan tiga kali angin yang lebih lambat di tempat lain,” demikian keterangan yang dirilis NASA.
© Dream
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya