Takut Terinfeksi Corona, Suami Belanja ke Pasar Pakai 'Hazmat' Super-KW

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 27 Maret 2020 13:00
Takut Terinfeksi Corona, Suami Belanja ke Pasar Pakai 'Hazmat' Super-KW
Tidak pakai APD, tapi...

Dream - Untuk melindungi warganya dari virus corona, Malaysia menerapkan kebijakan lockdown sejak 18 Maret 2020. Seluruh orang dilarang keluar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Sepekan sejak penutupan, Malaysia akhirnya membolehkan warganya keluar untuk keperluan belanja. Tetapi, hanya dibolehkan satu orang saja yang keluar rumah.

Alhasil, para suami keluar untuk belanja bahan kebutuhan pokok. Sementara istri dan anak-anak serta anggota keluarga lainnya tetap tinggal di rumah.

Seorang insinyur asal Kampung Bukit Payong, Terengganu, Zamakhyari Khairiri, 41 tahun, memanfaatkan kesempatan tersebut. Dia pun keluar rumah untuk berbelanja.

Khawatir tertular virus corona, Zamakhyari punya ide untuk melindungi diri. Caranya dengan memakai " baju pelindung" yang menutupi seluruh tubuhnya.

1 dari 5 halaman

Demi Menjaga Keluarga

Alih-alih menggunakan baju hazmat, Zamakhyari memakai jas hujan plastik rangkap dua. Agar makin terlindungi, dia menggunakan sepatu booth karet, tudung kepala, masker, plus kacamata ski.

Meski terlihat aneh, ayah tiga anak ini mengaku tidak terganggu dengan pakaiannya. Dia lebih mementingkan keselamatan diri dan keluarganya.

APD Malaysia© dream.co.id

" Di tempat seperti ini (supermarket), ada risiko terinfeksi sangat tinggi, dan ini adalah cara kecil saya untuk menjaga keselamatan keluarga dan orang-orang di sekitar saya," kata Zamakhyari.

Dia menambahkan ini adalah kali pertama baginya keluar rumah sejak delapan hari terakhir menjalani isolasi mandiri untuk belanja makanan dan barang-barang lainnya. Zamakhyari mengaku butuh waktu 10 menit baginya memakai " baju pelindung" dengan dibantu anak-anaknya.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

2 dari 5 halaman

Meludah Sembarangan di Banyak Tempat, Nenek-nenek Ditangkap

Dream - Seorang perempuan Tionghoa ditangkap polisi Bangkok, Thailand, karena meludah berulang kali, pada Kamis, 19 Maret 2020.  Perempuan itu menaiki bus Bangkok ke Saraburi.

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana mempublikasikan gambar para petugas dalam pakaian pelindung yang lengkap, menangkap wanita itu setelah menanggapi keluhan di media sosial mengenai seorang perempuan Tionghoa yang meludah di transportasi umum.

Asia One melaporkan, perempuan itu dilaporkan meludah di tempat yang berbeda. Kondisi menyebabkan kekhawatiran di antara penumpang lain di tengah wabah Covid-19.

Ketika bus tiba di terminal, petugas Kesehatan Masyarakat Thailand mencoba membawanya untuk menguji Covid-19. Tetapi dia menolak untuk patuh.

Dia mengatakan bahwa dia akan tinggal selama beberapa hari dan berjalan pergi.

Dia terlihat lagi di kereta ke Bangkok. Kali ini para petugas memutuskan untuk menangkapnya. 

Perempuan itu menolak dan mencoba meludahi para pejabat. Mereka mendorongnya ke tanah dan menutup mulutnya.

Perempuan itu dikarantina kemarin malam dan dikirim untuk diuji Covid-19 ke Rumah Sakit Siriraj di pagi hari. Dia baru-baru ini diuji negatif Covid-19.

3 dari 5 halaman

Cegah Corona, Penerbangan Domestik, Bus, Taksi, dan Kereta di Arab Saudi Disetop

Dream - Aksi karantina mandiri untuk menghadapi virus corona terus bergulir. Hari ini, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan penangguhkan penerbangan domestik, bus, taksi, dan kereta api.

Dilaporkan Saudi Gazette, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan, penangguhan 14 hari itu akan dimulai pada Sabtu, 21 Maret 2020.

" Hanya penerbangan yang terkait dengan kasus-kasus kemanusiaan, pesawat evakuasi medis dan penerbangan pribadi yang akan diberikan izin yang diperlukan yang dikeluarkan oleh Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA)," kata sumber itu.

Menurut laporan itu, bus milik lembaga pemerintah atau fasilitas kesehatan publik atau swasta, dan perusahaan komersial yang mengangkut karyawan mereka, atau bus yang digunakan untuk tujuan kesehatan, kemanusiaan atau keamanan dikecualikan dari larangan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Arab Saudi telah melarang pelaksanaan sholat berjemaah dan sholat Jumat untuk menghindari penyebaran wabah corona. Kecuali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, masjid-masjid di pelosok Arab Saudi diminta untuk menggiring jemaah sholat secara mandiri.

4 dari 5 halaman

Arab Saudi Ubah Azan untuk Cegah Wabah Virus Corona

Dream - Kerajaan Arab Saudi memutuskan mengganti panggilan azan.  Arab Saudi telah mengamandemen untuk panggilan `datanglah untuk sholat` dalam bahasa Arab, diganti dengan `berdoalah di rumah`.

Dilansir Arab News, panggilan azan itu juga dapat diterjemahkan sebagai `berdoalah di mana kamu berada`. Pernyataan itu mengatakan bahwa sholat Jumat dapat dilakukan umat Islam di rumah.

Dilaporkan Saudi Press Agency, Dua Masjid Suci di Mekah dan Madinah dibebaskan dari keputusan itu.

" Pintu masjid akan ditutup sementara, tetapi mereka akan diizinkan untuk melafalkan panggilan untuk sholat," kata dia.

Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Abdulatif Al-Sheikh mengatakan, fasilitas untuk mencuci orang mati di masjid akan tetap dibuka, namun akan dibatasi untuk beberapa orang. Berdoa atas orang mati hanya akan diizinkan di kuburan pemakaman.

Keputusan ini diumumkan Selasa, 17 Maret 2020. Arab Saudi ingin mendorong umat Islam untuk sholat di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.

5 dari 5 halaman

Masjid Istiqlal Tetap Gelar Sholat Jumat

Dream - Masjid Istiqlal tetap menggelar sholat Jumat pekan ini. Agenda tersebut sesuai dengan jadwal rutin yang selama ini dilaksanakan.

" Untuk besok, minggu ini, sampai detik ini belum ada perubahan, kami tetap melaksanakan sholat Jumat," ujar Kepala Bagian Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, dikutip dari Merdeka.com.

Abu Hurairah mengatakan pihaknya menyediakan alat pemindai suhu tubuh dan hand sanitizer. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Nantinya, jemaah yang datang akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk masjid. Selain itu, ada lima botol hand sanitizer disediakan di dua pintu masuk utama.

" Saat ini hanya dua dari tujuk pintu yang aktif disebabkan sedang renovasi masjid," kata dia.

Beri Komentar