Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Twitter.com/ntshrssdn
Dream - Urusan jodoh, maut dan rejeki memang sudah diatur oleh Sang Maha Kuasa. Kita sebagai seorang manusia hanya bisa merencanakan, namun Allah SWT tetap yang menentukan.
Seperti kematian, bisa terjadi pada siapapun dan dalam cara apapun. Seperti yang dialami mantan presenter sebuah TV swasta ini. Natasha Rossdiana memutuskan berhenti bekerja karena akan menikah dengan seorang bule asal Yunani.
Impian untuk menikah di tanah Para Dewa pun tak sempat ditunaikan. Sang Pencipta telah terlebih dahulu memanggilnya.
Natasha Rossdiana meninggal dunia karena kecelakaan maut yang menimpanya pada Sabtu 22 April 2017.
Mobil Toyota Avanza yang diketahui dikendarai Gadis cantik ini bersama temannya itu menabrak sebuah truk bermuatan beton di pinggir Jalan Mampang Prapatan sekitar pukul 03.00. Kecelakaan ini mengakibatkan dua orang korban.
Natasha Gabriella yang mengendarai mobil itu tewas di lokasi kecelakaan. Sementara Natasha Rossdiana tewas di rumah sakit setelah sebelumnya kritis.
Dilansir dari Kapanlagi.com, Natasha merupakan pembaca acara Turn Back Crime dan sempat memandu acara debat final Pilgub DKI Jakarta putaran pertama.
© Dream
Dream – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Puncak, Tanjakan Selarong, Megamendung, Bogor, pada Sabtu 22 April 2017, menewaskan empat korban jiwa. Salah satunya adalah Diana Simatupang.
Diana ini tewas tertabrak ketika mengendarai sepeda motor. Ia tewas dengan luka parah di bagian kepala, dadanya remuk, dan menderita patah tulang kaki.
Sebelum tewas dalam peristiwa nahas, Diana sempat mengunggah foto di akun Instagramnya, @dianasimatupang. Foto yang diunggah adalah foto tas ransel berwarna putih bermotif polkadot dan tas kecil dengan keterangan “piknik”.
“Siap piknik,” tulis Diana.
Sekadar informasi, gadis berusia 24 tahun ini berencana akan menikah pada Juni 2017. Tapi, sayang, takdir berkehendak lain. Rencana tersebut tak bisa dilaksanakan karena Diana harus meregang nyawa dalam kecelakaan beruntun itu.
Sebelumnya, kecelakaan maut itu melibatkan belasan kendaraan. Diketahui terjadi akibat sebuah bus pariwisata yang mengalami rem blong. Empat orang tewas akibat kejadian itu yakni, Diana Simatupang (24), Oktariansyah Purnama Putra (26), Zaenuddin (40), Dadang (45).
Siap piknik ���
A post shared by Diana Simatupang (@dianasimatupang) on
© Dream
Dream - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Puncak, Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Bogor. Kecelakaan maut itu melibatkan belasan kendaraan dan diketahui terjadi akibat sebuah bus pariwisata yang mengalami rem blong.
Dilansir Merdeka.com, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus menjelaskan bahwa bus HS Transport yang bergerak dari arah Puncak menuju Gadog diduga mengalami rem blong setiba di lokasi kejadian.

Bus tersebut menghindar ke kanan sehingga menabrak sebuah kendaraan Grand Livina dan dua sepeda motor. Kemudian bus itu juga menabrak mobil Daihatsu Ayla dan tiga Toyota Avanza yang berasal dari arah Gadog menuju Puncak.
Bus kemudian membanting setir ke kiri hingga akhirnya menabrak lagi sebuah mobil Toyota Avanza dan satu angkot serta tiga sepeda motor dari arah Puncak menuju Gadog.

"Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 17.15 WIB." kata Yusri via pesan singkat, Sabtu 22 April 2017.
Akibat kecelakaan tersebut, satu Avanza terbalik dan sebuah mobil Ayla mengalami rusak berat di bagian depan. Sepeda motor pun rusak parah.

Berdasarkan info sementara ada 3 korban meninggal dunia, 3 luka berat dan 3 luka ringan. Dan seluruh korban, baik yang tewas, luka berat, maupun luka ringan telah dibawa ke RS Ciawi.
© Dream
Dream - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Puncak, Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Bogor. Kecelakaan maut itu melibatkan belasan kendaraan dan diketahui terjadi akibat sebuah bus pariwisata yang mengalami rem blong.
Dilansir Merdeka.com, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Yusri Yunus menjelaskan bahwa bus HS Transport yang bergerak dari arah Puncak menuju Gadog diduga mengalami rem blong setiba di lokasi kejadian.

Bus tersebut menghindar ke kanan sehingga menabrak sebuah kendaraan Grand Livina dan dua sepeda motor. Kemudian bus itu juga menabrak mobil Daihatsu Ayla dan tiga Toyota Avanza yang berasal dari arah Gadog menuju Puncak.
Bus kemudian membanting setir ke kiri hingga akhirnya menabrak lagi sebuah mobil Toyota Avanza dan satu angkot serta tiga sepeda motor dari arah Puncak menuju Gadog.

"Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 17.15 WIB." kata Yusri via pesan singkat, Sabtu 22 April 2017.
Akibat kecelakaan tersebut, satu Avanza terbalik dan sebuah mobil Ayla mengalami rusak berat di bagian depan. Sepeda motor pun rusak parah.

Berdasarkan info sementara ada 3 korban meninggal dunia, 3 luka berat dan 3 luka ringan. Dan seluruh korban, baik yang tewas, luka berat, maupun luka ringan telah dibawa ke RS Ciawi.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan