Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (IndiaTimes.com)
Dream - Berlawanan dengan anggapan umum bahwa umat Hindu dan Muslim di India sedang bergolak, ada cerita yang menunjukkan bagaimana orang-orang saling membantu walaupun berbeda agama.
Melansir India Times, cerita ini berasal dari Churu, sebuah kota di Rajasthan yang terkenal dengan keharmonisan penduduknya. Di kota itu, hidup warga Hindu, Sanwarmal Sharma, bersama keluarganya.
Sanwarmal mempunyai tiga anak yang kesemuanya cacat mental. Dia pun harus menjual semua tanahnya untuk membayar perawatan. Namun, situasi anak-anaknya tidak berubah setelah dia menjual semua tanahnya. Dan di masa-masa sulit itu, tetangga muslimnya berdiri di sampingnya.
Sanwarmal dan tiga anaknya yang terdiri dari dua putri serta seorang putra tinggal di Bangsal 58. Dia menjual semua harta leluhurnya, rumah, dan segala sesuatu yang lain untuk menghidupi anak-anaknya. Malangnya kesehatan anak-anaknya tidak membaik.
Setelah terpaksa menjual semua hartanya untuk membayar pengobatan, Sanwarmal dan istrinya Sarala tidak putus asa dan mencoba segalanya.
Bantuan pun datang dari tetangga muslimnya di Bangsal 42 yang mengetahui situasinya. Mereka semua berkumpul untuk membant keluarga Sanwarmal.
Keluarga Ishaq Khan, salah satunya yang menawarkan diri untuk membantunya. Latif, putra Ishaq Khan, memberi Sanwarmal tanah seluas 300 yard persegi dari dua rumah besarnya di dekat Sufi Saheb Dargah secara gratis dan mendaftarkannya atas nama keluarga Sanwarmal itu sendiri.
Dengan bantuan teman Islam dan penduduk lainnya, Latif mampu mengumpulkan Rs80.000 atau sekitar Rp14 juta.
Tak hanya itu, para tetangga juga membangun ruangan untuk keluarga Sanwarmal agar tinggal di sebuah properti, dan mereka secara aktif bekerja untuk menyediakan rumah tersebut dengan semua kebutuhannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam