6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Akibat Sungai Danau Di Dunia Makin Mengering
Dream - Tahun ini, dunia dilaporkan telah mengalami kekeringan dan perubahan iklim yang sangat parah.
Akibat situasi tersebut, permukaan air sungai di seluruh dunia telah mengering dan membuat peninggalan bersejarah dari zaman purba muncul ke permukaan.
Para ahli mengatakan banyak artefak kuno dan tulang belulang yang telah lama terendam muncul kembali saat dunia dilaporkan semakin panas.
Sebagai contoh Danau Mead di Nevada, Amerika Serikat, yang merupakan salah satu badan air yang dilaporkan telah surut sebanyak 45,72 meter pada tahun 2000.
Terletak di ketinggian 317,5 meter di atas permukaan laut, danau ini telah surut sejak tahun 1937 menyusul pembangunan Bendungan Hoover di dekatnya.
Mengutip laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim pada April lalu, Danau Mead adalah bagian dari fenomena yang lebih besar di mana perubahan iklim menyebabkan kekeringan yang lebih sering, parah dan meluas di banyak wilayah AS dan dunia.
Sementara itu, di antara peninggalan bersejarah yang mulai muncul ke permukaan akibat keringnya sungai dan danau adalah kapal Perang Dunia II dan bom yang ditemukan di sekitar Las Vegas.
Penemuan tak terduga akan terus digali sebagai akibat dari kekeringan yang didorong oleh perubahan iklim yang signifikan.
Akhir-akhir ini, ketinggian air di Danau Mead di Nevada telah mencapai level terendah karena kekeringan parah hingga memperlihatkan tulang belulang dan tengkorak manusia.
Dilaporkan bahwa pada bulan Juli dan Agustus, lebih banyak kerangka ditemukan, sehingga jumlah totalnya sejauh ini menjadi empat sejak Mei.
Menurut antropolog forensik, Jennifer Byrnes, mungkin ada lebih banyak penemuan tulang belulang dan kerangka yang akan datang karena permukaan air dilaporkan surut ke tingkat terendah dalam sejarah.
“ Saya berharap kerangka tubuh manusia yang hilang pada zaman purba dapat tersingkap seiring waktu melihat ketinggian air yang terus dilaporkan surut,” jelasnya.

Pada bulan Juni dan Juli, surutnya permukaan air Danau Mead menciptakan kuburan perahu yang menakutkan.

Kekeringan membuat banyak kapal-kapal yang pernah karam bersama dengan rumah-rumah yang terdampar, perahu layar dan perahu motor bermunculan, The Associated Press melaporkan melalui Business Insider.
Sementara di China, mengeringnya Sungai Yantze juga mengungkapkan peninggalan bersejarah dari zaman purba yang telah lama terendam di dasar sungai.

Mengutip laporan NBC News, tiga patung Buddha yang diyakini berusia lebih dari 600 tahun muncul dan ditemukan di sebuah pulau yang telah tenggelam di tingkat normal sungai.
Patung-patung tersebut diyakini berasal dari zaman Dinasti Ming, yang memerintah antara tahun 1368 - 1644.
Di Spanyol, desa hantu muncul setelah permukaan air sungai Limia menurun. Desa tersebut sebelumnya pernah tenggelam pada 1990-an setelah terpilih sebagai lokasi pembangunan bendungan.

Selain itu, Stonehenge versi Spanyol juga muncul di wilayah Caceres. Stonehenge pertama kali ditemui pada tahun 1926 oleh peneliti dari Jerman. Tetapi sepanjang masa, formasi batuan ini telah tenggelam dalam perairan Valdacanes.

Namun, dengan permukaan air yang semakin surut, bentuk Stonehenge kini dapat dilihat sepenuhnya. Stonehenge dipercaya telah ada sejak 5000 Sebelum Masehi.
Di Italia, jembatan yang diyakini berasal dari zaman Kekaisaran Romawi juga muncul dari dasar Sungai Tiber.

Jembatan kuno itu diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Nero sekitar tahun 50 Masehi.
AS juga melaporkan bahwa ketinggian air di beberapa sungai, danau, dan bendungannya juga menurun. Misalnya, di Sungai Paluxy, jejak kaki dinosaurus ditemukan setelah sungai mengering.

Jejak itu diyakini milik dinosaurus Acrocanthosaurus, yang tingginya 4,5 meter dengan berat tubuh mencapai 7 ton.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
