Amphuri: Evaluasi Umroh di Masa Pandemi Tunggu Kloter Ketiga

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 13 November 2020 15:12
Amphuri: Evaluasi Umroh di Masa Pandemi Tunggu Kloter Ketiga
Pengalaman pada kelompok jemaah pertama dan kedua akan menjadi bahan evaluasi.

Dream - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri) menilai perlu ada evaluasi terkait penyelenggaraan umroh di masa pandemi Covid-19.

Evaluasi sebaiknya melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Mengingat, munculnya fakta jemaah umroh yang dinyatakan positif Covid-19 dan harus menjalani karantina di Saudi.

" Kalau Amphuri kan melihat memang perlu dilakukan evaluasi dan pihak Amphuri juga melakukan mediasi dan juga koordinasi dengan KJRI Jeddah, muassasah," ujar Ketua Bidang Humas dan Publikasi Dewan Pengurus Pusat Amphuri, Limi Maria Goreti, saat berbincang dengan Dream.

Limi mengatakan, pengalaman perjalanan rombongan umroh pertama dan kedua menjadi bahan evaluasi. Meski begitu, agar semakin lengkap maka perlu menunggu hasil penyelenggaraan umroh rombongan ketiga.

" Kalau kita lihat rombongan ketiga yang berangkat 8 November itu sudah jauh lebih tertib dan (ketentuan pelaksanaan umroh) juga lebih bisa diterima jemaah," kata Limi.

 

1 dari 5 halaman

Tunggu Jemaah Kelompok Ketiga

Diketahui, jemaah umroh Indonesia gelombang pertama terbagi dalam tiga kelompok keberangkatan. Kelompok pertama berjumlah 224 orang berangkat pada 1 November 2020, kelompok kedua berjumlah 85 orang dan berangkat pada 3 November 2020, sedangkan kelompok ketiga berjumlah 33 orang berangkat pada 8 November 2020.

Menurut Limi, kondisi yang terjadi pada kelompok ketiga relatif jauh lebih baik. Mereka juga menjalani swab ulang di hari ketiga karantina usai kedatangan di Saudi.

" Ternyata semua negatif dan mereka diizinkan utuk melakukan ibadah umroh dan tadi pagi (Kamis waktu Saudi) mereka sudah bisa ke masjid untuk melakukan Sholat Subuh," ungkap Limi.

Limi pun memahami kelompok pertama dan kedua merupakan jemaah pertama yang melaksanakan umroh dengan prosedur jauh berbeda dari kondisi normal. Sehingga butuh waktu untuk penyesuaian dengan ketentuan baru yang berlaku.

" Tertama bagi jemaah yang biasanya tiap hari bisa lima waktu berada di masjid, ternyata tiba-tiba sekarang nggak bisa. Apalagi mereka hanya di kamar jadi muncul rasa bosan dan lain sebagainya," kata Limi.

 

2 dari 5 halaman

Keluhan Jemaah

Limi juga mengakui menerima keluhan dari jemaah lantaran harus karantina. Seperti keinginan untuk belanja atau beraktivitas di luar hotel tak bisa dilakukan.

Dia pun mengingatkan kondisi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk beraktivitas secara bebas. Apalagi jika ada anggota kelompok yang dinyatakan positif Covid-19.

Lebih lanjut, Limi menyarankan bagi calon jemaah umroh yang sudah mendaftar untuk isolasi mandiri 14 hari sebelum tanggal berangkat. Juga menerapkan karantina ketat selama tiga hari setelah menjalani swab test PCR di Indonesia agar benar-benar bebas dari Covid-19 meskipun sudah dinyatakan negatif.

" Kemudian hindari kerumunan, pertemuan-pertemuan, makan bersama sesama jemaah itu dihindari," kata dia.

Apalagi saat menjalani karantina di Saudi, Limi meminta jemaah untuk sepenuhnya berada di dalam kamar apabila sudah selesai ibadah. Jemaah dilarang untuk berkunjung ke kamar jemaah lain untuk sekadar berbincang.

" Jadi kalau sudah di kamar, ya sudah di kamar. Jangan nangga (bertetangga), ibaratnya. Orang Indonesia kan senangnya guyup," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

3 dari 5 halaman

Jemaah Umroh Indonesia Terpapar Covid-19 di Saudi, Ini Penjelasan Amphuri

Dream - Arab Saudi resmi membuka kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah dari luar negeri, sejak 1 November 2020. Indonesia menjadi salah satu negara setelah Pakistan, yang diizinkan memberangkatkan jemaah umroh di masa pandemi Covid-19.

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan jemaah, Saudi menerapkan protokol kesehatan untuk umroh. Sayangnya, terdapat jemaah Indonesia yang ternyata tertular Covid-19 ketika sudah berada di Saudi.

Terkait hal ini, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Publikasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), Limi Maria Goreti, mengatakan, jemaah yang tertular Covid-19 berasal dari rombongan pertama dan ke dua yang tiba di Jeddah pada tanggal 1 dan 3 November.

Rombongan pertama terdiri dari 317 penumpang namun yang merupakah jemaah umroh sebanyak 224 orang dan sisanya adalah pihak travel. Sedangkan rombongan ke dua berjumlah 85 jemaah umroh.

" Dari rombongan pertama itu tiga yang positif dan 13 suspek," ujar Limi kepada Dream.

 

4 dari 5 halaman

Swab Sebelum Ibadah Umroh

Limi mengatakan, setiba di Saudi, jemaah menjalani karantina di hotel minimal tiga hari sesuai protokol umroh yang ditetapkan Saudi. Para jemaah tidak diperkenankan keluar kamar, bahkan untuk makan, makanan mereka akan diantar oleh petugas hotel dan ditaruh di depan pintu kamar.

" Jadi si petugas tidak diperkenankan untuk masuk ke kamar jemaah," kata Limi.

Setelah masa tiga hari karantina selesai, otoritas kesehatan Saudi kembali menjalankan swab test sebelum sebelum jemaah melaksanakan prosesi ibadah umroh. Hasilnya, 13 suspek dinyatakan negatif dan 3 lainnya masih harus menjalani karantina kembali.

Umroh Pandemik© Facebook/@haramain.info

Limi mengatakan penyebab tiga jemaah tersebut bisa tertular belum diketahui. Jemaah juga telah memenuhi ketentuan dari otoritas Saudi untuk menjalani karantina.

" Pada saat rombongan pertama itu tiga hari dikarantina memang sudah ketentuan pemerintah saudi bahwa karantina itu minimal tiga hari. Kemudian mereka dilakukan swab dan ternyata ada yang positif. Ini kenapa, itu juga sampai dengan saat ini belum diketahui," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Jemaah Harus Patuh Peraturan

Limi memahami jika muncul rasa bosan pada jemaah selama menjalani karantina. Tetapi, dia kembali mengingatkan jemaah, umroh kali ini dijalankan di tengah pandemi Covid-19 yang berpotensi menular.

Umroh Pandemik© Facebook/@haramain.info

Dia meminta para jemaah yang akan berangkat atau ingin melaksanakan umroh di masa pandemi untuk patuh pada peraturan yang ditetapkan baik oleh Pemerintah Indonesia maupun Saudi. Seperti menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan menjalani karantina dengan baik.

" Kalau tidak boleh keluar, ya sudah, tidak boleh keluar. Jadi stay saja di kamar. Itu yang harus dipatuhi. Kalau mereka keluar itu menyalahi aturan. Juga kita nggak tahu di luar seperti apa, segala macam. Itu yang perlu ekstra disiplin dari para jemaah kita," kata dia.

Beri Komentar