Anies Baswedan: Trotoar Lebar Agar Banyak Warga Gunakan Kaki untuk Transportasi

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 4 Oktober 2019 19:00
Anies Baswedan: Trotoar Lebar Agar Banyak Warga Gunakan Kaki untuk Transportasi
Anies mengajak warga berkolaborasi membangun Jakarta.

Dream - Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengatakan, Jakarta masih perlu banyak pembenahan. Sehingga perlu bersama-sama mencari solusi setiap persoalan di ibu kota.

Salah satu pembenahan yang dilakukan oleh Anies dengan memperlebar trotoar, meskipun kebijakan itu memantik pro dan kontra. Perluasan ini dinilai memicu kemacetan karena memangkas lebar jalan.

Namun, Anies punya alasan. " Kenapa trotoar kita perlebar?," kata Anies di IdeaFest 2019, Jakarta, Jumat 4 September 2019.

" Kita ingin agar lebih banyak warga di kota ini yang bisa menggunakan kakinya sebagai alat transportasi. Kita selalu berasumsi alat transportasi itu roda," lanjut dia.

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Anies berharap, dengan semakin banyak masyarakat yang berjalan kaki menjadi salah satu upaya pembenahan masalah Jakarta.

Tak hanya soal trotoar, Anies juga menjelaskan fungsi pelican crossing yang sedang digarap Pemprov DKI Jakarta.

" Dikawasan HI (Hotel Indonesia) kita membangun pelican crossing. Tujuannya untuk membuat warga Jakarta lebih leluasa bergerak dari satu tempat ke tempat lain," kata dia.

Anies mengatakan, pembuatan pelican crossing memang bukan ‘one solution for all’, tetapi butuh penyesuaian dan melihat efektifitasnya. Penyesuaian dan efektifitas merupakan salah satu cara Anies untuk membangun kota Jakarta 4.0.

" Kita akan mendorong Jakarta untuk menjadi kota Jakarta 4.0, bentuknya dengan kolaborasi. Masyarakat sebagai kreator dan kita sebagai kolaborator. Dalam kata lain, kita bangun Jakarta dengan gotong royong," tambah Anies.

Laporan: Razdkanya Ramadhanty

1 dari 5 halaman

Ambulans Diamankan Polda, Anies Angkat Bicara

Dream - Gubernur DKI Jakarta, menyebut ada 40 ambulans kesehatan DKI Jakarta yang digunakan bertugas selama demonstrasi, Rabu, 25 September 2019 kemarin.

Anies menyebut, ada potensi para petugas medis itu menjadi korban fitnah karena situasi yang tak kondusif.

" Potensi mereka kena fitnah, dilabeli itu ada," kata Anies, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 26 September 2019.

Anies yakin petugas medis yang membawa ambulans DKI Jakarta telah bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Anies yakin para petugas bekerja membantu korban sakit, bukan membawa batu seperti kabar yang viral di media sosial. " Saya percaya ambulans kita mengikuti SOP, ikut aturan," kata dia.

 Ambulans yang diamankan polisiAmbulans yang diamankan polisi © Instagram

2 dari 5 halaman

Menunggu Keterangan Polda Metro Jaya

Anies mengakui satu unit ambulans Pemprov DKI Jakarta yang berisi tiga petugas medis ditahan di Polda Metro Jaya. Kondisi ambulans DKI Jakarta itu kini rusak lantaran ada lemparan batu saat demonstrasi.

" 4 ambulans PMI dan 1 pemprov DKI Jakarta saat ini sedang diproses di Polda. Kita tunggu Polda," ucap dia.

Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan pendampingan pada petugas. Tak cuma itu, Anies juga memberi apresiasi atas keberanian dan pengorbanan saat bertugas di tempat sulit seperti demo kemarin.

" Mereka menjalankan tugas sesuai SOP yang ada. Mereka ada di situasi lapangan yang tidak sederhana, karena itu kita jangan terburu-buru menyimpulkan apa pun," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

3 dari 5 halaman

Ambulans Pemprov DKI Diamankan Polisi

Dream - Aparat kepolisian mengamankan ambulans berlogo Pemprov DKI Jakarta saat aksi unjuk rasa pelajar di gedung DPR RI semalam. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, ambulans itu diamankan saat berada dekat Gardu Tol Pejompongan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. 

" Ya benar (ada ambulans milik Pemprov DKI Diamankan)," ujar Argo saat dikonfirmasi, Kamis 26 September 2019.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan sopir yang membawa ambulans tersebut.

" (Sopir) Diamankan di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan," ucap dia.

 Ambulans yang diamankan polisiAmbulans yang diamankan polisi © Instagram

Meski demikian, Argo tidak menjelaskan mengenai identitas sopir ambulans. Dia tak merinci berapa banyak orang yang turut diamankan.

Beredar informasi di Instagram @tmcpoldametro lima ambulans berlogo Pemprov DKI Jakarta itu digunakan untuk membawa batu dan bensin. Meski demikian, dalam video yang dibagikan tak terdapat barang bukti yang tersorot.

 

4 dari 5 halaman

Video Ambulans Berlogo Pemprov DKI

      View this post on Instagram

‪02:14 #Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto.‬

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) on

(ism, sumber: instagram @tmcpoldametrojaya)

5 dari 5 halaman

Biaya Pengobatan Korban Aksi Demonstrasi Ditanggung Dinkes DKI

Dream - Kabid Humas Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Agus W Susetyo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung semua biaya pengobatan mahasiswa yang menjadi korban saat unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI.

" Biaya perawatan itu dijamin oleh dinas kesehatan sepenuhnya," ujar Agus di RSPP, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

Agus berujar, pengelola RSPP berfokus pada proses penyembuhan pasien. Total, RSPP menerima 90 mahasiswa dari berbagai daerah, tiga diantaranya saat ini masih dirawat secara intensif dan salah satunya harus mendapat perawatan di ruang ICU.

" Kami dari RSPP hanya berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik kepada ketiga pasien ini," kata dia.

Ketiga pasien itu mengalami luka trauma benturan benda tumpul. Meski demikian, RSPP tidak dapat menjelaskan penyebab luka tersebut secara pasti.

Selain itu, RSPP juga tak bisa mengungkapkan identitas ketiga mahasiswa yang menjadi korban dalam aksi demonstrasi kemarin. RSPP menegaskan pengungkapkan identitas harus melalui persetujuan dari keluarga.

" Sementara 3 orang ini laki-laki dengan usia 1 orang 19 tahun dan yang 2 orang 20 tahun," kata Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam