Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aplikasi Bar Safety Check Facebook
Dream - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia tak pernah berhenti dilanda musibah alam. Di lingkup Indonesia, sejak tsunami besar melanda Nanggroe Aceh Darussalam, entah sudah berapa banyak bencana alam besar yang terjadi di Tanah Air.
Di tengah kondisi panik tersebut, banyak orang berusaha mencari tahu nasib kerabatnya di lokasi bencana. Media sosial menjadi salah satu perangkat yang dipakai untuk melakukan hal tersebut.
Melihat tren tersebut, raksasa media sosial Facebook berinsitiaf membuat aplikasi terbaru bernama Safety Check. Mengutip keterangan resmi dari Facebook, seperti dikutip Dream, Jumat, 17 Oktober 2014, aplikasi terbaru ini bisa dipakai penggunanya untuk memberitahukan keselamatannya kala berada di dekat lokasi bencana.
Tak hanya itu, pengguna Facebook juga bisa mengecek sekaligus memberitahukan kondisi dari rekan atau kerabatnya.
Selama terjadi musibah, Safety Check akan membantu pengguna untuk memberitahukan kondisi teman atau keluarga Anda sendiri, memeriksa rekan lain di area yang terdampak, serta menandai teman-teman yang selamat dari musibah tersebut.
Facebook menjelaskan, hanya teman sesama pengguna Facebook yang bisa melihat status keselamatan Anda dan komentar yang disebarluarkan.
Keputusan Facebook untuk membuat aplikasi tambahan ini berkaca dari pengalaman musibah tsunami yang menghancurkan Jepang.
Menurut Palang Merah Jepang, lebih dari 12,5 juta orang terkena dampak musibah alam tersebut. Sebanyak 400 ribu penduduk terpaksa dievakuasi.
Selama krisis, Facebook mengamati banyak orang yang menggunakan teknologi dan media sosial untuk terhubung dengan orang-orang terdekatnya.
Dari pengalaman kejadian itu, sejumlah ahli Facebook di Jepang akhirnya mencoba mengembangkan produk yang bisa menghubungkan korban bencana alam. Kala itu, aplikasi yang dipakai adalah Disaaster Message Board dengan fungsi menghubungkan korban bencana alam.
Aplikasi ini kemudian diluncurkan setahun kemudian dan mendapatkan respon positif para penggunanya. Beruntung, musibah bencana alam besar tak selalu terjadi di dunia.
Terinspirasi dari pengalaman itu, Facebook memutuskan untuk melanjutkan peran Disaster Message Board. Facebook berharap aplikasi ini akan segera diluncurkan ke seluruh dunia lewat sistem operasi Android, iOS, fitur handphone dan perangkat desktop.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya