AS Pulangkan Tiga Artefak Era Kerajaan Hindu ke Indonesia

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 23 Juli 2021 18:01
AS Pulangkan Tiga Artefak Era Kerajaan Hindu ke Indonesia
Tiga artefak ini dijarah dan diselundupkan ke AS.

Dream - Amerika Serikat akhirnya mengembalikan sejumlah artefak kuno era Kerajaan Hindu ke Indonesia. Artefak yang merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) itu diselundupkan ke AS lewat pasar gelap.

Terdapat tiga artefak yang diserahkan Pemerintah AS diwakili Jaksa Wilayah New York, Cyrus Vance Jr kepada Konsul Jenderal RI di New York, Arifi Saiman. Tiga artefak tersebut yaitu patung Siwa (6x4x8,25 inci) ditaksir senilai Rp186,3 juta, patung Parwati (5,5x4,5x7,5 inci) dengan taksiran ilai Rp467,8 juta, dan patung Ganesha (3x3,5,4,5 inci) ditaksir Rp596,8 juta.

Jaksa Vance menyatakan kejahatan penjarahan dan penjualan artefak kuno adalah serangan terhadap sejarah suatu bangsa. Dia merasa terhormat bisa mengembalikan tiga benda sangat bernilai terhadap kebudayaan itu kepada pemiliknya, rakyat Indonesia.

Dia berterima kasih kepada Unit Perdagangan Barang Antik di Kantor Kejaksaan Wilayah New York. Juga kepada mitra Investigasi Keamanan Dalam Negeri yang telah mengembalikan hampir 400 harta kuno ke 11 negara dalam setahun terakhir.

" Saya menantikan pemulangan lebih lanjut dalam waktu dekat," ujar Vance.

1 dari 1 halaman

Kekayaan Sejarah Indonesia

Agen Khusus Penanggung Jawab HSI New York, Peter C Fitzhugh, menegaskan pentingnya penyitaan benda-benca cagar budaya. Juga pengembalian ke negara asal untuk menguatkan kerja sama berkelanjutan Pemerintah AS dalam melindungi sejarah bagi generasi yang akan datang.

" Artefak yang dipulangkan hari ini adalah bagian dari kekayaan sejarah budaya Indonesia," kata Fitzhugh.

Konjen RI di New York, Arifi Saiman, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Jaksa New York dan Deputi Agen Khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS beserta jajaran yang mengupayakan pengembalian tiga artefak tersebut.

Arifi menyatakan pihaknya akan selalu mendukung upaya penyelidikan artefak lain yang diduga diselundupkan dari Indonesia ke AS. Hingga pada akhirnya bisa dipulangkan kembali ke Tanah Air.

Tiga artefak ini disita dari seorang kolektor benda antik, Subash Kapoor. Selama bertahun-tahun, Unit Perdagangan Barang Antik Kejaksaan New York bersama penegak hukum HSI melakukan penyelidikan terhadap Kapoor dan rekannya dengan tuduhan penjarahan, ekspor, dan penjualan ilegal seni kuno dari Sri Lanka, India, Pakistan, Arghanistan, Kamboja, Thailand, Nepal, Indonesia, Myanmar, dan sejumlah negara lain, dikutip Merdeka.com.

Beri Komentar