Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Banjir Di Sulawesi Selatan (Foto: BNPB)
Dream - Banjir di Sulawesi Selatan yang terjadi sejak Selasa 22 Januari 2019 membuat 53 kecamatan di sembilan kabupaten atau kota terendam. Delapan orang meninggal dunia akibat musibah tersebut.
" Korban meninggal dunia ditemukan di Jeneponto 5 orang dan Gowa 3 orang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kehumasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu 23 Januari 2019.
Sutopo mengatakan, tiga orang di Jeneponto dan satu di Pangkep dinyatakan hilang. Ribuan rumah terendam banjir, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, dan 10.021 hektare sawah terendam banjir.
Menurut Sutopo, hingga hari ini penangan darurat dan pendataan masih terus dilakukan. Saat ini, kata dia, perahu karet dan bantuan makanan sangat diperlukan warga.
" Korban hilang masih dilakukan pencarian. Kondisi hujan yang masih berlangsung dan luasnya wilayah yang terkena banjir cukup menyulitkan penanganan," ucap dia.

Berdasarkan catatan Kementerian PU Pera dan BMKG, tambah Sutopo, banjir terjadi karena kondisi permukaan tanah yang tidak mampu menampung intensitas hujan yang tinggi yang mencapai 329 milimeter per hari di Pos 1 Bawangkareaeng.
" Sungai juga tidak mampu mengatuskan aliran permukaannya, akibatnya banjir," ujar dia.
Sutopo menyebut, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi banjir dan tanah longsor. BMKG telah menyebarkan peringatan dini hujan lebat selama 23 hingga 30 Januari 2019.
Sebagian besar wilayah Indonesia puncak hujan berlangsung selama Januari hingga Februari 2019.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?