Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Shutterstock)
Dream - Seorang ibu dari Iowa, Amerika Serikat, Nicole Sifrit, memperingatkan orang tua lain tentang virus yang membunuh bayi perempuannya, Mariana.
Seminggu setelah melahirkan Mariana, Nicole, dan juga suaminya, Shane, baru menyadari bahwa putrinya tidak mau makan. Mariana juga tidak merespons saat dibangunkan.
"Dua jam kemudian dia berhenti bernafas dan semua organ tubuhnya mulai tidak bekerja," kata Shane kepada WHO TV.
Pada 7 Juli lalu, dokter mendiagnosis Mariana mengidap meningitis yang disebabkan oleh virus herpes, yang menyebar melalui kontak fisik. Sementara semua ini terjadi, Nicole dan Shane sedang menjamu tamu di pesta pernikahan.

Pasangan tersebut akhirnya meninggalkan pesta itu lebih awal untuk membawa anak perempuan mereka ke rumah sakit di Des Moines. Karena kondisi Mariana sangat serius, kemudian diterbangkan ke Iowa City untuk dirujuk ke University of Iowa Hospital. Di rumah sakit ini Mariana dibantu dengan alat penopang hidup.
© Dream
CNN melaporkan, untuk memastikan asal virus yang menyerang Mariana, Nicole dan Shane menjalani pemeriksaan dan dinyatakan negatif terhadap virus herpes. Dari sinilah, Nicole yakin bahwa putri mereka yang baru lahir itu kemungkinan terjangkit dari orang-orang yang berkunjung untuk melihat Mariana.
Penyakit tersebut memang bisa menular melalui kontak fisik dengan seseorang yang memiliki virus herpes. Virus yang punya nama lain cold sores itu kebanyakan menyerang bagian bibir manusia.
"Saya memang yakin hal itu bisa terjadi. Tapi ini memalukan dan saya tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi pada saya," kata Shane kepada WHO TV. "Saya sama sekali tidak siap."

Di Facebook, Nicole selalu melaporkan perkembangan Mariana. Dia menulis, putrinya itu diperkirakan tidak akan bertahan 24 jam usai menjalani diagnosisnya.
"Dia diberi obat untuk mengendalikan kejang dan menjalani cuci darah, sementara pembuluh darah di sekitar jantungnya bocor," tulis Nicole.
© Dream
Namun pada hari Senin kemarin, Nicole mengunggah update yang memilukan.
"Hati saya hancur, kondisi anak saya menurun dengan cepat," tulis Nicole. "Aktivitas otaknya berhenti, paru-paru dan jantungnya gagal bekerja, termasuk ginjal dan hatinya. Mereka kehabisan pilihan untuk keselamatan anak saya."

Selasa pagi, Nicole mengabarkan Mariana telah meninggal dunia.
"Putri kami Mariana Reese Sifrit telah pergi dengan tenang pada pukul 8.41 pagi ini di gendongan ayahnya dan tepat di samping ibunya," tulis Nicole.
Nicole kemudian memperingatkan para orang tua agar menjauhkan orang-orang yang berkunjung untuk melihat bayi mereka. Dia tidak ingin bayi lain mengalami nasib yang sama seperti Mariana.
"Jangan biarkan orang-orang mencium bayi Anda," katanya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?