Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rasul dan Nabi merupakan dua istilah yang dipakai dalam Islam untuk menyebut orang pilihan Allah. Ada kelompok yang digelari Rasul, ada pula yang digelari Nabi.
Tugas manusia pilihan ini adalah menerima pesan dari Allah mengenai kebajikan dan pedoman hidup. Ada yang diwajibkan untuk menyebarkannya, ada pula yang cukup untuk diri sendiri.
Terkadang, banyak yang menyamakan makna Rasul dan Nabi. Padahal, dua gelar itu memiliki makna yang berbeda.
Dikutip dari Bincangsyariah, Syeikh Thahir Al Jazairi dalam kitab Al Jawahirul Kalamiyah fi Idhahil 'Aqidah Al Islamiyyah menjelaskan perbedaan dua gelar ini.
" Nabi adalah manusia (laki-laki dan merdeka) yang diberikan wahyu untuknya dengan sebuah syariat, namun ia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Jika ia diperintahkan untuk menyampaikannya, maka ia juga disebut rasul. Maka, setiap rasul itu adalah nabi, dan tidak setiap nabi itu rasul."
Tetapi, penjelasan ini justru mengandung sedikit kerancuan. Sebab, sangat tidak mungkin seseorang yang mendapatkan wahyu tidak diperintahkan untuk menyebarkannya.
Hal ini bertolak belakang dengan salah satu sifat Nabi dan Rasul yaitu Tabligh yang berarti menyampaikan kepada umat. Ini merupakan salah satu sifat wajib pada Nabi dan Rasul.
Imam Al Baidhawi dalam kitab Tafsir Al Baidhawi memberikan penjelasan demikian.
" Rasul adalah orang yang diutus oleh Allah SWT. dengan syariat yang baru untuk mengajak manusia melaksanakan syariat itu, sedangkan Nabi adalah orang yang diutus oleh Allah untuk menetapkan/meneruskan syariat yang dulu, seperti para nabi Bani Israil antara Nabi Musa dan Isa AS (mereka meneruskan syariat rasul sebelumnya)."
Di sinilah letak letak perbedaan gelar Nabi dan Rasul. Nabi adalah mereka yang diperintahkan meneruskan syariat yang telah ada sebelumnya, sementara Rasul mendapatkan syariat baru dan wajib menyebarkannya kepada umatnya.
(ism, Sumber: Bincangsyariah.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya