Beredar Unggahan Akun Medsos Atas Nama KSP Dr. Moeldoko, Ini Faktanya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 22 November 2020 11:00
Beredar Unggahan Akun Medsos Atas Nama KSP Dr. Moeldoko, Ini Faktanya
"Akun media sosial itu bukan milik saya. Itu bagian dari penyebaran berita bohong"

Dream - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko memastikan sebuah akun di media sosial bukanlah miliknya. Pernyataan Moeldoko ini menanggapi beredarnya tangkapan layar (screenshot) sebuah akun Facebook dengan nama Moeldoko.

Pada tangkapan layar itu, akun yang mengatasnamakan Moeldoko tersebut menyinggung soal revolusi akhlak.

" Akun media sosial itu bukan milik saya. Itu bagian dari penyebaran berita bohong," tegas Moeldoko dalam keterangan pers tertulis di Jakarta, Jumat 20 November 2020.

1 dari 3 halaman

Akun Hoaks

Moeldoko pun memastikan bahwa akun yang dimaksud adalah hoaks yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Akun Hoaks Moeldoko© Istimewa

Dia pun menjelaskan, Kantor Staf Presiden (KSP) dan dirinya punya akun resmi tersendiri.

 

2 dari 3 halaman

Akun Resmi Moeldoko

Adapun Moeldoko menjelaskan, akun resmi dirinya bernama Dr.Moeldoko dan sudah terverifikasi alias centang biru. Tautan akun resmi Kepala Staf Kepresidenan RI ialah https://www.facebook.com/DrMoeldoko. Akun resmi ini diikuti oleh lebih dari 162 ribu pengguna facebook.

Selain akun resmi di Facebook, Dr. Moeldoko juga memiliki akun resmi di sejumlah media sosial seperti Instagram di tautan: https://www.instagram.com/dr_moeldoko/. Akun resmi di Instagram diikuti oleh lebih dari 121 ribu followers.

Sedangkan di twitter, Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko menggunakan akun resmi di tautan https://twitter.com/Dr_Moeldoko. Pernyataan Kepala Staf melalui melalui media sosial juga bisa dilihat melalui unggahan laman resmi KSP di https://www.ksp.go.id/.

 

3 dari 3 halaman

Akun Telah Dilaporkan

Deputi IV KSP Bidang Informasi dan Komunikasi Politik Juri Ardiantoro menambahkan, pihaknya akan melaporkan akun palsu Kepala Staf Kepresidenan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dan perwakilan resmi Facebook di Indonesia.

“ Upaya mengatasnamakan Kepala Staf Kepresidenan dengan akun palsu ini sangat merugikan kami. Sebab ini bagian dari fitnah,” ujar Juri.

Beri Komentar