Pemerintah Tak Sembarang Berikan Vaksin Covid-19

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 21 November 2020 17:49
Pemerintah Tak Sembarang Berikan Vaksin Covid-19
Vaksinasi yang akan dilakukan di Indonesia pasti melakukan proses yang sangat hati-hati sesuai dengan standar WHO.

Dream - Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19, Erick Tohir menyatakan pemerintah akan terus berupaya melakukan penanganan Covid 19 di Indonesia. Penanganan pandemi di Indonesia dinilai semakin hari semakin baik.

" Tingkat kesembuhan kita dibandingkan tingkat kesembuhan dunia, kita jauh lebih baik. Memang ada hal yang sangat sensitif, yaitu tingkat daripada fatality atau kematian kita masih tinggi dibandingkan dunia," kata Menteri BUMN dalam sesi teleconference, dikutip dari liputan6.com, Sabtu 21 November 2020.

Erick Tohir mengatakan pemerintah terus bekerja keras lewat program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja dan Indonesia Tumbuh. Program Indonesia Sehat disebutnya jadi prioritas utama. Sala satunya mengenai program pengadaan vaksin Covid-19.

" Tetapi tentu seperti stigma Bapak Presiden (Jokowi) bahwa vaksinasi yang akan dilakukan di Indonesia pasti melakukan proses yang sangat hati-hati sesuai dengan standar WHO," tegasnya.

Dengan begitu, ia berkomitmen agar proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Vaksinasi dinilainya bakal menekan angka penularan sekaligus memperkecil fatality rate atau angka kematian.

" Karena setiap hari tentu ada saja bapak yang kehilangan istrinya, anak yang kehilangan orang tuanya, dan tentu ini sesuatu yang sangat prihatin," ujar Erick Thohir.

" Keselamatan rakyat Indonesia jadi hal yang utama. Setelah itu tentu kalau kita bisa me-manage Covid-19 ini dengan baik, baru kita bicara tentunya ekonomi. Tidak bisa kebalik-balik," ucapnya.

1 dari 5 halaman

Harus Waspada

Pengadaan vaksin Covid-19 yang dilakukan pemerintah kini tengah menyelesaikan uji klinik fase III. Rencananya, pemerintah akan mendistribusikan vaksin tersebut pada awal 2021 mendatang.

Menteri BUMN Erick Thohir belum lama ini menyoroti distribusi vaksin menjadi hal penting dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Dia tak mau ada celah yang dimanfaatkan oknum untuk bertransaksi vaksin secara ilegal di pasar gelap alias black market.

Erick Thohir menegaskan, pengadaan vaksin covid-19 ini menyangkut nyawa manusia sehingga tidak bisa main-main. Jadi tingkat keamanannya harus benar-benar diperhatikan. Bahkan TNI/Polri nantinua akan ditugasi untuk mengawal langsung penyaluran demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

" Dan ini juga menekankan kasus-kasus awal pada saat pandemi Covid-19, adanya black market APD, black market PCR. Nah kalau PCR, APD mungkin ya oke, tapi kalau (vaksin) ini kan nyawa manusia," ucap Erick Thohir beberapa waktu lalu.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio pun mewanti-wanti bahwa penyaluran untuk vaksin ini harus dilakukan hati-hati. Sebab pengadaan vaksin menjadi tanggung jawab negara, jangan sampai ada segelintir orang yang ingin ambil keuntungan sendiri.

Agus menilai, pengadaan vaksin yang berada di lingkup industri obat memiliki kesamaan situasi dengan industri persenjataan. Kebutuhannya muncul saat ada krisis/konflik dan bermain di lingkup internasional, sehingga jumlah kebutuhannya besar.

" Sekarang bagaimana mencegah makelar, ini tergantung pemerintah. Karena makelarnya ada orang-orang pemerintah, pengusaha, jadi susah," kata Agus.

Agus mengatakan, jika keterlibatan makelar sudah turun dalam pengadaan vaksin Covid-19, maka kemungkinan adanya barang palsu itu besar sekali.

" Itu yang saya sampaikan ke pemerintah bahwa harusnya dari awal itu peran dari Kementerian Luar Negeri, duta besar dari suatu negara bisa jadi raja farmasi dunia dan juga Badan POM-nya besar. Supaya hal semacam ini kita punya antisipasinya," imbuhnya.

" Kalau sekarang sudah sulit. Artinya pasar gelap vaksin Covid-19 pasti ada, makelar apalagi," tutur Agus.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 5 halaman

Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Aman dan Halal

Dream - Dalam waktu dekat ini pemerintah telah menyiapkan suntik vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Untuk itu, warga masyarakat diharapkan tidak takut dan ragu ketika vaksin Covid-19 diberikan.

Pemerintah memastikan vaksin yang akan digunakan aman dan memiliki efektivitas mengatasi Covid-19. Selain itu, pemerintah menjamin vaksin Covid-19 halal karena sebelum sudah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kehalalannya.

Vaksin yang digunakan nanti sudah lulus uji klinis tahap 3, dan telah menerima sertifikat emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (POM) serta terdaftar di World Health Organization (WHO).

3 dari 5 halaman

Melalui Tiga Tahap Uji Klinis

Dalam keterangan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito menegaskan bahwa vaksin yang digunakan aman karena melalui tiga tahap uji klinis.

" Uji klinis merupakan tahap yang harus dilalui setiap vaksin untuk memastikan aman digunakan manusia dan memiliki efektivitas menghasilkan imunitas tubuh terhadap Covid-19," ungkap Profesor Wiku Adisasmito, Kamis (19/11/2020) di Kantor Presiden.

Dalam pengembangan vaksin Covid-19, pemerintah selalu melibatkan para pakar bidang kesehatan dan WHO. Hal ini bertujuan untuk memonitor dan memastikan bahwa vaksin ini aman digunakan.

Selain itu, kerjasama yang erat dijalin untuk menginvestigasi dan mengkomunikasikan isu-isu yang muncul dalam pengembangan vaksin. Jika ditemukan isu-isu yang perlu ditindaklanjuti, maka pemerintah akan melaporkan ke WHO dan akan dievaluasi oleh Global Advisory Comitte on Vaccine Safety.

4 dari 5 halaman

Simulasi Vaksin Covid-19 untuk Warga di Bogor

Kesiapan pemerintah dalam vaksinasi Covid-19 ini dibuktikan dengan dilakukannya simulasi pada Rabu lalu (18/11/2020). Saat itu, Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dari simulasi itu, warga mengikuti seluruh tahapan vaksinasi. Mulai dari pendaftaran, memperoleh vaksinasi dan hingga menunggu selama 30 menit paska vaksinasi untuk melihat reaksi penyuntikan vaksin, sebelum diperbolehkan pulang.

Selain itu, penetapan regulasi pengadaan vaksin yang dilakukan pemerintah sudah mengikuti standar internasional yang berlaku. Alur perizinan produksi, maupun izin edar juga dilakukan secara ketat. Ini semua demi memastikan keamanan dan kesesuaian vaksin dengan standar yang berlaku.

5 dari 5 halaman

Vaksin Covid-19 Dijamin Aman

 Sekali lagi saya tekankan, vaksin yang akan digunakan nanti aman. Efek samping yang terjadi, hanya bersifat minor dan sementara.

" Efek samping yang sangat besar sangat jarang ditemui, kita selalu memonitor dan mengantisipasi semua keadaan ini," tegas Wiku.

Dia menambahkan, vaksin dapat melindungi diri kita dan orang lain yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan tertentu.

Beri Komentar