Kapolda Metro Baru Dukung Pangdam Jaya Tertibkan Baliho Rizieq Syihab

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 21 November 2020 16:37
Kapolda Metro Baru Dukung Pangdam Jaya Tertibkan Baliho Rizieq Syihab
Ini kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Dream - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mendukung sikap tegas Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menertibkan spanduk dan baliho bergambar Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab karena menyalahi aturan.

" Saya dukung yang dilakukan oleh Pangdam Jaya. Karena pasti tujuannya baik untuk republik ini," kata Fadil Imran dikutip Dream dari Liputan6.com, Sabtu 21 November 2020.

Fadil Imran menjelaskan jika spanduk atau baliho tak bisa dipasang sembarangan. Pemasangan baliho ada aturannya, seperti harus mengurus perizinan dan bayar pajak.

Baliho Habib Rizieq© Baliho Habib Rizieq

Foto : Faizal Fanani/Liputan6.com

" Itu (yang dicopot) melanggar Perda, memasang spanduk itu ada aturannya. Harus ada izinnya dan harus bayar pajak," ujar Fadil.

Fadil menegaskan, Polda Metro Jaya dalam hal ini mengedepankan langkah pencegahan keras atau preventif straight.

" Semua langkah-langkah dan upaya-upaya untuk menimbulkan kerumunan akan kami intervensi dari dini," kata mantan Kapolda Jawa Timur itu.

1 dari 7 halaman

Alasan TNI Copot Baliho

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan, pencopotan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab di beberapa titik Ibu Kota atas perintahnya.

Untuk diketahui, sebuah video berdurasi 11 detik memperlihatkan sekelompok orang berseragam loreng tengah menurunkan spanduk bergambar yang terpasang di baliho. Video itu beredar di media sosial.

" Ada berbaju loreng menurunkan baliho habib rizieq itu perintah saya," tegas Pangdam di Monas, Jakarta, Jumat 20 November 2020.

Dia menjelaskan alasannya. Langkah itu diambil berdasarkan hukum. Menurutnya, baliho yang terpasang itu menyalahi aturan.

" Karena berapa kali Satpol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," ucap Dudung.

Dia pun meminta siapapun harus taat pada hukum, tanpa terkecuali. Karena itu Dudung meminta baik ormas ataupun pihak manapun untuk tidak sembarangan memasang baliho.

" Kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho sudah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan akan dia paling benar," tegas Dudung.

Sumber : liputan6.com

2 dari 7 halaman

Massa Rizieq Shihab Positif Corona: 7 di Petamburan, 20 di Puncak, 50 di Tebet

Dream - Usai kedatangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terjadi beberapa kali kerumunan.

Mulai dari penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta, pernikahan putri Rizieq Shihab dan Maulid Nabi SAW di Petamburan, pengajian di Tebet, Jakarta Selatan, sampai peletakan batu pertama di Mega Mendung, Bogor. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkap, sejumlah kerumunan massa Habib Rizieq Syihab dinyatakan positif corona.

Doni meminta massa yang terlibat kerumunan, untuk proaktif memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

" Data yang diterima Satgas, per Kamis sore 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang. Ada 7 orang positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan," ujar Doni dalam siaran tertulisnya, Jumat 20 November 2020.

3 dari 7 halaman

Hasil Kerumunan di Mega Mendung, Bogor

Pemerintah juga telah memeriksa 559 orang dengan swab antigen dari kerumunan di Megamendung.

Sementara ini, data Jumat, ada 20 orang yang positif Covid-19.

" Laporan lain, terdapat 50 orang positif Covid 19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet," ungkap Doni.

4 dari 7 halaman

Minta Kerjasama Masyarakat

Oleh karena itu, Doni mengharapkan kerja sama semua komponen masyarakat di berbagai daerah terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, khususnya para ketua RT dan RW untuk menyampaikan pesan kepada yang kemarin ikut kerumunan, mulai dari penjembutan di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Mega Mendung, serta acara terakhir di Petamburan.

" Pemeriksaan di Puskesmas tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini sangat penting agar diketahui lebih dini. Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silakan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke Puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama," kata Doni.

" Hari ini kami telah menyalurkan 2.500 swab antigen ke seluruh puskesmas yang berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus di DKI, Banten dan Jabar," tambah dia.

5 dari 7 halaman

Ingatkan Tablik Akbar di Gowa

Ketua Satgas Covid 19 Letnan Jenderal Doni Monardo meminta semua pihak mendapat pemahaman yang baik tentang ancaman virus Corona penyebab Covid-19. Pengetahuan akan bahaya Covid-19 harus terus ditingkatkan dan menjadi kesadaran setiap individu.

Hal tersebut disampaikan Doni Monardo saat melakukan kunjungan kerja kesiapsiagaan erupsi Gunung Merapi di Boyolali Jawa Tengah Jumat 20 November 2020 pagi.

Doni menceritakan, pengalaman sebelumnya saat kegiatan pertemuan Jamaah Tablik di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan pada Maret 2020. Apa dampaknya?

" Akibat kegiatan itu ribuan orang terpapar Covid 19. Baik yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan peserta dari Pulau Jawa," ujar mantan Sesjen Wantanas itu.

6 dari 7 halaman

Jadi Zona Merah Tertinggi

Pada Juni 2020 saat berkunjung ke Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, menyampaikan bahwa ada 2.000 peserta asal Kalimantan Selatan yang ikut kegiatan Jamaah Tablik di Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari 2.000 itu baru 900 orang yang melaporkan diri.

" Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel kepada saya bahwa tanggal 7 Juni 2020 ada korban 68 orang meninggal berasal dari mereka yang ikut kegiatan tersebut. Itulah yang membuat Kalsel menjadi zona merah, salah satu dari delapan provinsi dengan kasus tertinggi ketika itu," ungkap Doni.

7 dari 7 halaman

Virus Corona Ancaman Nyata

Oleh karena itu, lanjut dia, harus dipahami, Covid 19 adalah ancaman nyata. Bukan konspirasi dan bukan rekayasa.

Mereka yang menjadi korban adalah lansia, komorbid, (hipertensi, diabetes, jantung, ginjal dan sejumlah penyakit penyerta lainnya).

" Cara penularannya melalui droplet dan juga aerosol yaitu udara yang keluar pada saat kita berbicara. Makanya kita selalu diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga sering mencuci tangan supaya tangan kita tidak menyentuh bagian dari wajah. Ini yang harus kita perhatikan," ungkap Doni.

Beri Komentar