Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram @denissa.pramesty/Pixabay
Dream - Sampah selalu menjadi problematika lingkungan hidup hingga saat ini. Terlebih untuk negeri kita, Indonesia.
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa bila tidak ada perubahan signifikan, termasuk kesadaran masyarakat, maka perbandingan sampah dan ikan di lautan Indonesia pada 2025 menjadi tiga banding satu.
Prediksi bahkan menyebut pada 2050 bisa saja jumlah sampah tersebut melampaui stok ikan yang ada. Ya, kondisi laut dan pantai Indonesia beberapa di antaranya terbilang memprihatinkan dengan banyaknya sampah.
Sampah yang tak dapat terurai kian menumpuk dari hari ke hari. Potret miris ini sempat ditemui oleh seorang perempuan bernama Denissa Pramesty. Ia kaget dengan penemuan sampah yang diperkirakan dibuang lebih dari tiga dekade silam.
Temuan itu sempat ia unggah ke Instagram Story. Denissa menceritakan penemuan sampah itu saat acara bersih-bersih pantai yang diadakan oleh Gerakan Pandu Laut.
Acara bersih-bersih ini dilaksanakan di Pantai Ancol Timur, Jakarta, pada 19 Agustus 2018.
Dalam acara itu Denissa menemukan banyak sampah yang diketahui sudah lama umurnya. Salah satunya seperti kemasan produk sampo yang diproduksi pada tahun 80-an.
Jika dihitung, maka sampah itu sudah berada di sana selama 38 tahun dan belum terurai.

" Semacam jadi pengingat kalau apa yang kita buang hari ini, akan jadi sampah hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan," tulisnya lewat akun Instagram @denissa.pramesty.
Ia menambahkan, sampah plastik fleksibel seperti bungkus sampo paling banyak ditemukan.
Mirisnya, banyak ditemukan kemasan yang usianya sudah puluhan tahun namun masih utuh. Sementara sampah plastik non fleksibel seperti botol lebih sedikit jumlahnya.
Curhatan Denissa ini viral di media sosial. Unggahannya telah di-posting ulang oleh berbagai akun di media sosial.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya