Muhammadiyah Sumbang Saran, Jokowi: Ada yang Bisa Langsung Dilaksanakan

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 23 Agustus 2018 17:01
Muhammadiyah Sumbang Saran, Jokowi: Ada yang Bisa Langsung Dilaksanakan
Ada sebagian saran yang bisa dikerjakan, namun tidak sedikit yang butuh perencanaan.

Dream - Presiden Joko Widodo pagi tadi menyerahkan kurban berupa sapi jenis limousin kepada PP Muhammadiyah. Sebelum penyerahan, Jokowi sempat berbincang banyak hal dengan beberapa pejabat Muhammadiyah seperti Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Abdul Mu'ti.

Menurut Jokowi, banyak hal yang menjadi bahan perbincangannya dengan Muhammadiyah. Beberapa di antaranya soal ekonomi yang berkeadilan, kesehatan terutama pelaksanaan BPJS.

" Saya kira semua masukan, semua saran yang diberikan dari Muhammadiyah sangat bagus," kata Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 23 Agustus 2018.

 Jokowi berkurban sapi di PP Muhammadiyah© setkab.go.id

Dari sekian saran tersebut, kata Jokowi, ada sebagian yang bisa langsung dikerjakan. Tidak sedikit pula yang harus direncanakan lebih dulu.

" Mungkin kita anggarkan pada tahun berikutnya," kata Jokowi.

Usai pertemuan, Jokowi menyerahkan sapi kurban dengan berat 1 ton lebih. Sapi tersebut diterima langsung oleh Haedar.

" Dengan ini saya serahkan hewan kurban kepada PP Muhammadiyah untuk disembelih dan dibagikan sesuai dengan syariat yaitu seekor sapi. Mohon bisa diterima," kata Jokowi.

1 dari 3 halaman

Jokowi Kurban Sapi 1 Ton di Kantor PP Muhammadiyah

Dream - Presiden Joko Widodo berkunjung ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Menteng, Jakarta, pagi ini. Dalam kunjungan itu, Jokowi menyerahkan dua ekor sapi kurban.

Dikutip dari merdeka.com, Jokowi tiba di Gedung Dakwah Muhammadiyah sekitar pukul 08.43 WIB. Dia mengenakan kemeja batik dan kopiah hitam.

 Sapi Jokowi© merdeka.com

Sapi kurban Jokowi (Foto: Merdeka.com)

Kehadiran Jokowi disambut oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir. Bersama Jokowi, turut hadir beberapa pejabat seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki.

 Jokowi kurban sapi© merdeka.com

Ukuran sapi Jokowi begitu besar (Foto: Merdeka.com)

Mensesneg, Pratikno, mengatakan satu sapi yang dikurbankan Jokowi memiliki bobot yang sangat besar.

" Satu ton lebih, tapi lebihnya saya lupa," kata Pratikno.

2 dari 3 halaman

Bertemu Jokowi, PP Muhammadiyah Beri 5 Masukan Nawacita II

Dream - Presiden Joko Widodo mendapat kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah.

" Kalau enggak ada itu (infrastruktur), Saudara-saudara bisa bayangkan negara kita sebesar ini, 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bayangkan semua harus ada airport-nya, itu semua harus ada pelabuhannya," kata Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 7 Agustus 2018.

Jokowi membagi pengalaman berkeliling Indonesia dengan pelbagai pesawat udara. Dia mengaku sudah pernah terbang dengan pesawat Hercules sampai CN.

" Saudara-saudara ke sini naik Hercules, benar? Enak ndak? Enak? Enak? Benar? Apa itu, pengap. Ini blak-blakan namanya. Enak tapi pengap, gitulah," kata Jokowi.

Saat menaiki pesawat jenis CN, Jokowi diminta menggunakan pelindung telinga karena tidak dilengkapi peredam suara di badan pesawat. Tetapi, Jokowi tidak pernah memakai alat itu.

" Sudah, saya dengerin aja (suara mesin), tahu-tahu tidur saya," kata Jokowi disambut tawa para hadirin.

 

3 dari 3 halaman

5 Poin Masukan dari Muhammadiyah

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan enam poin masukan kepada Jokowi. Masukan tersebut diharapkan dapat digunakan Jokowi sebagai bahan menyusun Nawacita jilid II.

Poin pertama yang disampaikan Haedar yaitu nilai-nilai agama dijadikan salah satu dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

" Kami yakin, dengan nilai agama hidup seperti itu bangsa, negara ini akan semakin kokoh," kata Haedar, dikutip dari muhammadiyah.or.id.

Muhammadiyah juga mengingatkan tentang meneguhkan Pancasila sebagai landasan, filosofi, alam pikir seluruh warga bangsa dan pengelolaan negara. Poin ketiga, menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial.

" Saya yakin dengan penguatan infrastruktur yang berhasil pada periode ini akan menjadi kekuatan pemerintahan ke depan," kata Haedar.

Poin keempat yaitu menegakkan dan mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara sebagaimana amanat konstitusi. Poin kelima, penguatan daya saing sumber daya manusia Indonesia dan poin keenam, meningkatkan peran pro aktif untuk dunia.

" Muhammadiyah akan tetap dalam posisi sebagai ormas dan dakwah, tapi kita beri masukan jika pemerintahan ini diberi peluang lagi oleh rakyat, maka ini poin kebijakan," kata Haedar.

Beri Komentar