Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pusat Jajanan Kaki Lima Singapura (Asia One)
Dream - Sejumlah warga Malaysia membuat keriuhan di Facebook. Mereka memprotes rencana Singapura mendaftarkan jajajan kaki lima sebagai warisan budaya negara itu ke Unesco.
Pengguna Facebook, Chris Whata, tidak terima dengan rencana tersebut. Menurut dia, negara-negara kawasan Asia Tenggara terutama Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam memiliki tradisi jajanan kaki lima yang lebih otentik.
" Soal makanan kaki lima, saya pikir Thailand dan Indonesia jauh lebih kuat," kata Chris, dikutip dari Asia One.
Roy Yuen sepakat dengan pendapat itu. Tetapi, dia lebih merekomendasikan jajanan di daerah Penang sebagai lokasi terbaik.
Sementara Qui An menyatakan seharusnya orang Penang melobi negara mereka agar menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata kuliner terbaik di Asia serta situs peninggalan untuk kuliner otentik Asia.
Sedangkan Sarimah Samad-Imran mendesak Singapura berhenti mengklaim nasi lemak dan kari laksa sebagai makanan mereka.
" Rupanya mereka terus mengklaim pedagang kaki lima sebagai budayanya juga? Saya kira sebentar lagi semuanya bakal jadi milik mereka," tulis Sarimah.

Tidak berbeda dengan Hamzah Hashim. Pria ini mengeluhkan tidak adanya makanan tradisional ketika bazar Ramadan.
" Saya pergi ke bazar Ramadan di Singapura tahun lalu. Ini lelucon. Terlalu mahal dan sedikitnya makanan tradisional dibandingkan dengan makanan kekinian," tulis dia.
Perdebatan ini dipicu pidato Perdana Menteri Lee Hsien Loong di peringatan Hari Nasional Singapura pada 19 Agustus 2018.
Dalam pidatonya, Lee menyatakan pemerintah tengah mengupayakan untuk mendaftarkan jajanan kaki lima sebagai peninggalan budaya Singapura ke Unesco.
Lee mengatakan pusat jajanan Singapura adalah rumah makan rakyat. Setiap titik di sana merupakan bagian unik dari warisan kebudayaan dan identitas Singapura.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya