Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kepala Sekolah TK Kartika V/69 Probolinggo, Hartatik, dicopot sebagai buntut pawai anak-anak dengan kostum cadar dan membawa tiruan api AK-47. Pencopotan itu mendapat apresiasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
" Sanksi tegas ini diambil sebagai konsekuensi atas tindakan yang diputuskan Kepala TK, yang tanpa koordinasi dengan dinas pun Kodim 0820 Probolinggo selaku pembina lembaga pendidikan anak usia dini itu," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Kamis 23 Agustus 2018.
Pawai anak-anak yang menyedot perhatian publik itu dilaksanakan di Probolinggo Jawa Timur, sebagai perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73. Kostum tersebut dinilai kurang tepat karena identik dengan ajaran radikalisme.
Retno menjelaskan, Hartatik nantinya dipindahtugaskan menjadi staf di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo. Keputusan ini resmi berjalan terhitung mulai 23 Agustus 2018.
Menurut Retno, pencopotan itu sudah sesuai dengan mekanisme dengan melalui tahap investigasi internal.
" Dari awal KPAI meminta Kasus Karnaval di Probolinggo jangan dianggap remeh dan sepele, kasus ini harus menjadi catatan bagi dinas-dinas pendidikan di berbagai daerah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ucap dia.
Dream - Rangkaian pawai hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di Probolingggo, Jawa Timur jadi perbincangan di sosial media. Dalam unggahan yang menjadi viral tersebut terlihat peserta pawai dari anak-anak sebuah sekolah Taman Kanak-kanak (TK).
Penampilan peserta pawai, yang sebagian besar perempuan, dari TK itu memang cukup mencolok.
Dari unggahan sebuah video akun Twitter @AbidUmarFaruq, Sabtu 18 Agustus 2018, terlihat anak-anak dari TK tersebut berpawai dengan mengenakan busana hijab dengan cadar menutup wajahnya. Perhatian netizen justru teralihkan dengan aksesoris yang dipakai para bocah cilik tersebut.
Anak-anak TK tersebut memegang senjata mainan sebagai aksesoris penampilannya.Ketika berpawai, terlihat ada orang-orang dewasa yang mendampingi pawai ini.
" Karnaval Di Kota Probolinggo, di perankan anak TK K*****A di lingkungan KODIM 0820 Probolinggo ???pengajaran perang atau pendidikan radikalisme https://t.co/rqfnwW4K4i," cuit @AbidUmarFauq seraya memasukan beberapa akum Twitter lainnya.
Para anak sekolah tersebut adalah peserta dari Pawai Budaya dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tingkat TK se-Kota Probolinggo oleh Diknas Kota Probolinggo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-73. Event ini digelar pada Sabtu, 18 agustus 2018 sejak pukul 07.00 sampai 11.00 WIB di Kota Probolinggo dengan 158 peserta.
Kegiatan ini merupakan event rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan Tema Pawai Budaya Bhinneka Tunggal Ika.
Penampakan video yang segera menjadi viral di media sosial tersebut membuat sebagain warganet gusar. Netizen langsung menuding jika pihak pengelola TK mengajarkan radikalisme pada anak didiknya.
Sebagian lagi menyebut pihak sekolah mengajarkan paham terorisme sejak dini.
" Ternak teroris sejak dini," cuit@Sentjoko.
" Ini kok semakin nyleneh saja," cuit @amruddinnejad1 dalam bahasa Jawa.
" Coba dicek penggeraknya. Apa kurang baju daerah atau hal lucu lainnya. Kenapa bajunya radikal?" Cuit @sirnajati19.
Mengetahui video tersebut viral di sosial media, pihak Polres Probolinggo, langsungg menggelar keterangan pers untuk menjelaskan masalah yang terjadi dari penampilan para peserta pawai tersebut.
Dikutip dari laman www.polresprobolinggokota.info, keterangan pers tersebut dihadiri Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Dadim 0820 Probolinggo Letkol Kav. Depri Rio Saransi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Drs. Moch. Maskur, M.Pd, Ketua Panitia Pawai Budaya Supini dan Kepala Sekolah TK dari TK bersangkutan, Hartatik.
Letkol Kav. Depri Rio Saransi, sebagai penanggung jawab TK dan Paud yang berada di dalam naungan Kodim 0820 Probolinggo menegaskan kejadian tersebut murni untuk memanfaatkan properti yang tersimpan di tempat penyimpanan barang - barang yang ada di sekolah.
“ Dalam hal konteks tema yang sudah disampaikan oleh kepala sekolah, hal itu merupakan murni bertujuan untuk memberikan murid murid tentang perjuangan agama Islam dan saya tekankan lagi murni tidak ada maksud sama sekali atau unsur sengaja untuk menunjukkan paham radikalisme”, jelasnya.
Depri menyampaikan permohonan maaf sekali kembali menegaskan jika insiden yang terjadi tidak ada unsur kesengajaan.
" Sekali lagi tidak unsur dengan sengaja, ini hanyalah semata mata untuk menunjukkan bahwa ikut berpartisipasi dan bukan pemberian doktrin radikalisme”, tambahnya.
Sementara itu Hartatik sebagai kepala sekolah TK menegaskan tak ada niat dari pengelola sekolah untuk menanamkan jiwa kekerasan pada anak didiknya.
Menurut Hartatik, pemilihan kostum sepenuhnya dilakukan karena spontanitas dan memanfaatkan properti yang ada di Sekolah TK. Pihak sekolah berharap bisa menghemat anggaran karena tak perlu mengeluarkan biaya menyewa kostum.
" Atas kejadian ini saya meminta maaf kepada masyarakat. Kami berjanji untuk tidak mengulangi hal yang sama,” ucap Hartatik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya