Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto:Shutterstcok.com)
Dream - Beberapa hari belakangan, warganet mengeluhkan suhu panas. Di Jakarta misalnya, suhu panas sudah melebihi angka rata-rata di atas 360 Celcius. Pada Selasa 22 Oktober 2019, aplikasi suhu di ponsel bahkan menunjukkan suhu Jakarta mencapai 370 Celcius.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), R Mulyono R Prabowo, meningkatnya suhu panas yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia karena adanya gerak semu matahari.
" Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan Khatulistiwa, hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari," ujar Mulyono dikutip dari Merdeka.com.
Gerak semu matahari dimulai pada September 2019, ketika matahari berada di wilayah Khatulistiwa dan terus bergerak ke arah belahan Bumi bagian selatan hingga Desember.
Pada Oktober, posisi semu matahari berada di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan, yaitu Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagainya.
Posisi itu menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan Bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga meningkatkan suhu udara pada siang hari.
Gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Suhu terik di sekitar wilayah Indonesia diprediksi masih bakal terjadi hingga minggu depan mengingat posisi semu matahari yang masih terus bergerak ke selatan. Sudah begitu, atmosfir masih cukup kering sehingga sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya. (eko)
Pada 19 Oktober 2019, beberapa stasiun pemangatan BMKG mencatat suhu udara di beberapa wilayah Indonesia mengalami peningkatan.
Pengamatan yang dilakukan stasisun BMKG di Sulawesi, tercatat wilayah Makassar berada pada suhu 83.8 derajat celcius, 38.3 derajat Celcius, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 derajat celcius.
Sementera, stasiun pengamatan BMKG di Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 derajat - 36.5 derajat celcius pada periode 19-20 Oktober 2019.
BMKG memperkirakan, suhu panas di beberapa wilayah Indonesia akan terus terjadi hingga akhir Oktober 2019 selesai.
Dengan peningkatan suhu panas ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.
(Sumber: Merdeka.com/Iqbal Fadil)
Dream - Paparan sinar matahari dan debu di jalan membuat wajah menjadi kusam. Bila tidak rutin membersihkan wajah maka memicu masalah pada kulit, jerawat misalnya. Namun sebaiknya hindari mencuci muka saat suhu wajah masih panas.
" Kalau biasanya orang merasa panas di bagian wajah setelah beraktivitas di luar kemudian langsung cuci muka. Sebaiknya kebiasaan ini harus dihindari," ujar Maria, Beauty Consultan Artistry.
Saat udara panas dan wajah masih berkeringat dapat menyumbat pori-pori. Diamkan hingga suhu wajah dan kondisi pori-pori normal.
" Sebaiknya tunggu hinga 30 menit baru dapat mencuci muka dengan menggunakan air, toner dan milk cleanser," papar Maria.
Sebelum mencuci muka Maria menambahkan pastikan tangan sudah dicuci bersih agar terhindar dari kotoran, kuman, bakteri yang menempel pada tangan tidak berpindah ke wajah.
Perawatan wajah di rumah tidak terlalu sulit, " Sebenarnya tidak terlalu sulit merawat wajah di rumah asalkan rutin selepas beraktifitas dan sebelum tidur," ucapnya.
Air putih juga bermanfaat banyak untuk kesehatan kulit, Maria menambahkan perbanyak konsumsi air putih agar kulit tidak kusam dan tampak selalu segar.
" Selain air putih, tidur yang cukup sangat berpengaruh kesegaran dan kesehatan wajah minimal 7 jam agar kulit beristirahat," jelas Maria.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya