6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Penulis AS Membuat Buku Berisi Kehidupan Kontroversial Pangeran Mahkota Saudi
Dream – Kehidupan super mewah yang dijalani oleh keluarga kerajaan Saudi memang bukan rahasia lagi. Dikelilingi fasilitas lengkap hingga pelayanan memanjakan membuat banyak orang bermimpi menjadi bagian darinya. Salah satu yang juga disorot terkait kehidupan pribadi putra mahkota Saudi, Mohammed bin Salman atau MbS.
Penulis buku kontroversial berjudul Blood and Oil: Mohammed bin Salman Ruthless Quest for Global Power, diketahui membongkar tudingan kehidupan mewah sang putra mahkota itu. Diceritakan bahwa pangeran MbS pernah mengadakan pesta pribadi di Maladewa.
Pangeran MbS rela menerbangkan 150 model cantik dari berbagai negara, seperti Brasil dan Rusia ke Maladewa untuk berpesta dengan " puluhan’ pria dari Timur Tengah. Demi keamanan, semua orang yang datang harus dites agar tak ada yang terjangkit penyakit menular seksual (PMS).
Meski ceritanya masih diperdebatkan dan memicu kontroversi, buku itu merilis laporan rencana sang pangeran untuk mengadakan pesta mewah.
Pria yang kini berusia 35 tahun itu merencanakan akan melakukan pesta selama hampir satu bulan di daerah Velaa, pulau pribadi miliknya. Velaa dinyatakan menjadi salah satu pulau dengan fasilitas termewah dan termahal di dunia pada tahun 2015 lalu.
Karena informasi bocor di media lokal, pangeran MbS dan para modelnya terpaksa meninggalkan lokasi mewah itu. Pangeran MBS juga tidak memperbolehkan penggunaan ponsel apapun dengan alasan privasi.

Salah seorang penulis yang juga reporter Wall Street Journal juga mengatakan, “ Pangeran MBS sadar bahwa kehidupan elit anak muda Arab Saudi dibayangi oleh pengeluaran dan gaya hidup boros oleh para keluarga kerajaan. Mereka sibuk membeli properti mewah. berbelanja di Harrods, dan memakai mobil sport di jalanan Mayfair (London),”
Saat pesta berlangsung, pangeran MBS juga mengundang DJ Afrojack dan Pitbull untuk meramaikan pesta private yang dibuatnya. Ia bahkan naik panggung dan ikut hanyut dalam alunan musik. Melansir dari WallStreetJournal, pesta super mewah itu berlangsung hingga pagi hari.
Untuk memanjakan para tamu dan rekan yang diundangnya, pangeran MbS mengeluarkan budget yang mencengangkan. Ia membayar US$ 500 juta untuk kapal pesiar Serene, dermaga kapal selam, ruangan khusus, jacuzzi, bioskop, dan tangga spiral. Dan juga membayar lebih dari 225 juta poundsterling untuk menggunakan sebuah istana Prancis dekat Versailles lengkap dengan fasilitas air mancur, dan lapangan yang megah.
Dibalik gaya hidup mewah yang dilakukannya, pangeran MBS diketahui baru akan menjadi raja dalam kurun waktu yang belum bisa ditentukan.
“ Pangeran MBS punya waktu bertahun-tahun untuk membuktikan visinya. Dia mungkin baru akan menjadi raja dalam kurun waktu 10, 20, bahkan 30 tahun mendatang," ungkap sang penulis buku.
Terlepas dari gaya hidup dan jaminan warisan yang akan didapatkannya, pangeran MBS dikabarkan tersandung laporan super kontroversial. Ia diduga terlihat masalah HAM yang menyeret nama besarnya. Menurut CIA, ia diduga ikut menjadi dalang kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Mengutip laman amazon.com, penulis buku kontroversial tersebut adalah Bradley Hope dan Justin Scheck. Bradley Hope adalah penulis buku terlaris Newy York Times berbasis di London. Salah satu karyanya yang terkenal adalah buku Billion Dollar Whale.
Hope juga pernah melibut tulisan soal keuangan dan penyimpangan untuk Wall Street Journal. Sebelumnya ia menghabiskan enam tahun sebagai koresponden Timur Tengah. Hope adalah salah satu finalis penerima penghargaan Pulitzer dan pemenang Penghargaan Gerald Loeb.
(Sah, Sumber Daily Star)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
