BPOM: Indonesia Dapat 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari UEA

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 2 September 2020 14:01
BPOM: Indonesia Dapat 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari UEA
Kepala BPOM, Penny Lukito, berharap vaksin tersedia akhir tahun ini.

Dream - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, mengatakan Indonesia akan mendapatkan 10 juta dosis vaksin Covid-19 dari Uni Emirat Arab (UEA).

Pengadaan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan vaksin untuk virus corona tipe SARS-CoV-2 dalam dua jalur, produksi sendiri dan kerja sama dengan pihak luar.

" Pada 21 Agustus sudah ada kesepakatan Menlu dan Menteri BUMN yang berkunjung ke Uni Emirat Arab, di mana Uni Emirat Arab berkomitmen menyediakan 10 juta dosis vaksin Covid-19 untuk Indonesia melalui kerja sama G42 UEA dan Sinopharm dan Kimia Farma," ujar Penny, dikutip dari Liputan6.com.

Penny berharap 10 juta dosis vaksin itu tersedia akhir tahun ini. Penny sudah melihat langsung pelaksanaan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 di UEA dan memastikan berlangsung dengan sangat baik.

" Kami melihat uji klinis fase III sangat baik dan terorganisir, melibatkan 1.000 dokter. Kami melihat uji klinik dilakukan dengan validitas yang sangat terjaga," ucap dia.

 

1 dari 4 halaman

Sudah Kantongi Sertifikat Halal

Tak hanya itu, Penny mengatakan vaksin Covid-19 dari UEA telah mendapatkan sertifikat halal. Demikian pula dengan vaksin yang dikembangkan oleh China, juga mengantongi sertifikat halal.

" Kandidat vaksin Sinopharm juga mendapat emergency use authorization dari regulator pengawas obat di Republik Rakyat Tiongkok dan pada Juli 2020 sudah dapat izin Penggunaan emergensi di national medication product administration berdasarkan uji klinis fase 1 dan 2 dan telah mendapatkan sertifikat halal," kata Penny.

Lebih lanjut, Penny mengatakan vaksin dari perusahaan asal China, Sinopharm selesai uji klinis tahap I dan II pada 12 April 2020. Dalam dua uji klinis tersebut, tidak menunjukkan tanda-tanda efek samping negatif pada manusia.

Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat

2 dari 4 halaman

Erick Thohir: 15 Juta Orang Bisa Divaksinasi Akhir 2020

Dream - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Erick Thohir, menyatakan Indonesia akan memiliki 30 juta dosis vaksin Covid-19 akhir tahun nanti. Akan ada 15 juta orang bisa divaksinasi jika uji klinis hasil kerja sama dengan Uni Emirat Arab dan China berjalan baik.

Sebanyak 30 juta dosis vaksin tersebut diadakan melalui kerja sama dengan Sinovac Biotech dari China dan G42, perusahaan farmasi dari UEA. Pemakaian vaksin dari dua perusahaan tersebut sama-sama sebanyak dua dosis dalam sekali penyuntikan dengan jeda waktu dua pekan.

" Jadi kalau diakumulasi dari dua kerja sama UEA dan China ini kita akan mendapatkan 30 juta vaksin di tahun 2020. Kalau satu orang memerlukan dua dosis sehingga kurang lebih 15 juta orang yang akan bisa divaksin di akhir 2020," ujar Erick, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 4 halaman

Vaksin Bisa Langsung Dipakai

Erick mengatakan jutaan vaksin tersebut bisa langsung digunakan jika uji klinis oleh dua perusahaan asing tersebut berjalan baik. Sinovac, kata Erick, berkomitmen menyediakan bahan baku vaksin Covid-19 sebanyak 20 juta dosis serta supply bahan baku untuk 2021 sebanya 250 juta dosis dengan overfill 10 persen.

Sedangkan G42 berkomitmen menyediakan bahan baku 10 juta dosis pada Desember nanti. Pada kuartal pertama 2021 siap menyediakan 50 juta dosis.

Terkait pengembangan, Erick mengatakan kedua vaksin memiliki waktu efektivitas enam bulan sampai dua tahun. Jadi, vaksin tidak efektif selamanya atau hanya diambil sekali seumur hidup.

Erick menjelaskan dari informasi terakhir yang dia dapat, vaksin dapat digunakan untuk usia 18 tahun sampai dengan di atas 59 tahun. Sementara saat ini sedang dikembangkan untuk usia di bawah 18 tahun.

 

4 dari 4 halaman

Vaksin Merah Putih Tetap Prioritas

Tidak hanya dengan Sinovac dan G42, pemerintah juga telah menghubungi beberapa perusahaan dari negara lain untuk kerja sama vaksin Covid-19. Seperti AstraZeneca dari Eropa dan Bill and Melinda Gates Foundation dari Amerika Serikat.

Meski demikian, Erick menegaskan pihaknya tetap mengusahakan vaksin buatan dalam negeri. Vaksin tersebut yaitu Vaksin Merah Putih yang saat ini dikembangkan di Indonesia.

" Tentu yang menjadi prioritas kami, solusi yang ditawarkan vaksin ini masih merupakan solusi jangka pendek. Yang kita harapkan kita bisa juga menemukan Vaksin Merah Putih sendiri karena dari pengalaman kita juga punya kapasitas itu," kata Erick.

Sumber: Merdeka.com/Dedi Rahmadi

Beri Komentar