Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Suasana Ibadah Haji Di Mekkah
Dream - Cuaca Arab Saudi yang mencapai suhu 45 derajat celcius, menjadi kendala tersendiri bagi jemaah haji asal Indonesia. Sebab, cuaca panas tersebut berpotensi mengakibatkan jemaah haji mengalami dehidrasi akut dan penurunan daya ingat alias pikun atau demensia.
Kondisi itu dialami salah seorang jemaah haji asal Medan, Sumatera Utara, bernama Sutikno. Kakek berusia 64 tahun itu bahkan terlihat tidak membawa informasi identitas serta gelang penanda jemaah haji.
“ Saya tadi habis salat di masjid. Masjidnya besar,” katanya.
Tetapi, dia mengaku lupa sekarang ada di mana. Bahkan, kadang dia mengaku saat ini masih di Sumatera. Begitupun saat ditanya soal keluarga, dia mengaku belum memberi kabar.
“ Aku ora kelingan (saya tidak ingat),” akunya.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah Syarif Rahman menjelaskan jika Sukino mengalami lupa ingatan sesaat karena kekurangan cairan di tubuh. Akibatnya, dia tidak bisa fokus dan agak sedikit lupa ingatan saat berbicara.
“ Bapak ini dehidrasinya sudah lumayan tinggi, tapi belum sampai demensia. Yang jelas tadi diantarkan penduduk lokal sini, orang Arab. Kalau tadi bapak ini jalan dari mana saya tidak tahu,” katanya.
Syarif pun segera meminta Sutikno untuk mengonsumsi banyak-banyak air putih. Dia juga melarang Sutikno untuk mengonsumsi kopi. " Perbanyak air putih ya pak. Pokoknya harus sering minum (air putih). Insyaallah badan segar lagi," katanya seperti dinukil Dream dari laman kemenag.go.id, Rabu 26 Agustus 2015
Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi, Mawardi Edy sebetulnya telah meminta jemaah haji untuk memperbanyak minum air zam-zam dan makan kurma. Menurutnya, air zam-zam memiliki khasiat untuk menekan dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh.
" Tanda-tanda orang terkena dehidrasi antara lain disorientasi dan susah fokus, dan dalam tingkat tertentu akan tampak seperti orang kena gangguan jiwa," ujarnya.
Karena itu, diperkirakan akibat dehidrasi, banyak jemaah tersesat dan nyasar ketika pulang ibadah. Dia pun menyarankan jemaah haji untuk selalu mengonsumsi minimal dua liter air minum seharinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang